Selasa, 27 Oktober 2026
01:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Sel mieloma

Sel mieloma

Bagikan:
250px-Plasmacytoma1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sel mieloma.

Sel mieloma atau mieloma multipel merupakan sel kanker limfosit B yang berasal dari tikus (Mus musculus).[1] Sel yang merupakan limfoblas ini resisten terhadap 0.1 mM 8-azaguanine dan tidak dapat tumbuh pada medium HAT (Hyphoxanthine Aminopterin Thymidine).[1] Sel myeloma memproduksi imunoglobulin abnormal yang disebut protein monoklonal (semua protein yang dihasilkan mempunyai identitas dan fungsi yang sama, yang merupakan suatu defisiensi) atau protein M.[2] Produksi protein M menyebabkan tingkat protein yang tinggi di dalam darah.[2] Sel myeloma merupakan akumulasi malafungsi atau kanker dari plasma sel.[3] Plasma sel banyak terdapat pada sum-sum tulang belakang dan merupakan bagian dari sistem imun yang bertanggung jawab dalam produksi antibodi yang berupa imunoglobulin.[3] Myeloma akan menghasilkan imunoglobin abnormal yang disebut protein monoklonal.[3] Sel myeloma juga akan menyerang dan menghancurkan lapisan luar dari tulang sehingga menyebabkan osteolisis.[3] Morfologi dari plasma selnya adalah berbentuk oval dan memiliki inti sel.[3]

Referensi

  1. 1 2 (Inggris) [ATCC]. 2009. Product description. [terhubung berkala]. http://www.atcc.org/ATCCAdvancedCatalogSearch/ProductDetails/tabid/452/Default.aspx?ATCCNum=TIB-18&Template=cellBiology Diarsipkan 2011-08-18 di Wayback Machine [3 Des 2009].
  2. 1 2 (Inggris) [WebMD]. 2009. Myeloma. [terhubung berkala]. http://www.emedicinehealth.com/myeloma/article_em.htm [3 Des 2009].
  3. 1 2 3 4 5 (Inggris) [Emedicine Health]. 2009. Myeloma. [tehubung berkala]. http://www.emedicinehealth.com/myeloma/article_em.htm [4 Des 2009].


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan