Selasa, 27 Oktober 2026
15:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Sel Langerhans

Bagikan:

Sel Langerhans, LC adalah sel dendritik dengan granula Birbeck yang terdapat pada jaringan epitelium seperti nodus limfa. Pada radang histiosis, sel Langerhans dapat dijumpai pada organ/tempat lain.

Sel Langerhans diberi nama sesuai dengan penemunya, yaitu Paul Langerhans, seorang ilmuwan Jerman yang dengan tidak sengaja menemukan sel tersebut pada saat kuliah kedokteran di usia 21 tahun. Pada saat itu sel Langerhans, dengan keliru, dianggap sebagai bagian dari sistem saraf.

Dari penelitian yang telah dilakukan, seperti hilangnya kapasitas sel dendritik untuk menangkap dan kemudian menampilkan ekspresi antigen, setelah induksi siklosporina A, demikian pula terapi prednisolone dan azathioprine akan menginduksi penurunan jumlah, kapasitas penampil antigen dan perubahan morfologi dari sel Langerhans.[1] Terapi dengan retinoid dapat memperpanjang waktu ekspresi HLA-DR dan CD1 pada sel epitelial, sehingga distribusi abnormal sel Langerhans pada lapisan epidermal, seperti pada psoriasis, menjadi normal kembali.

Ekspresi pencerap langerin yang terdapat pada LC, diteliti, merupakan mekanisme yang dapat mencegah penularan HIV-1.[2]

Rujukan

  1. ↑ (Inggris) "The effect of retinoids on dendritic cell function" (PDF). Antigen Presentation Research Group, Division of Immunological Medicine, Clinical Research Centre; P. A. BEDFORD & S. C. KNIGHT. Diakses tanggal 2010-12-11.
  2. ↑ (Inggris) "Langerin is a natural barrier to HIV-1 transmission by Langerhans cells". Department of Molecular Cell Biology and Immunology, VU University Medical Center; de Witte L, Nabatov A, Pion M, Fluitsma D, de Jong MA, de Gruijl T, Piguet V, van Kooyk Y, Geijtenbeek TB. Diakses tanggal 2010-12-11.


Ikon rintisan

Artikel bertopik anatomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan