Senin, 26 Oktober 2026
16:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Sejarah Cornwall

Sejarah Cornwall

kontas di Inggris, Britania Raya

Bagikan:
250px-Boscawen1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lingkaran batu Boscawen-Un menghadap ke utara
Wheal_Owles_historic_tin_mine_Cornwall_UK.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Reruntuhan pertambangan timah di Cornwall
250px-Truro_Cathedral_welcome_20070527.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pintu masuk di Katedral Truro memiliki ucapan selamat datang dalam beberapa bahasa, salah satunya bahasa Kernowek

Sejarah Cornwall bermula pada zaman Paleolitikum, tetapi pada periode ini Cornwall hanya ditempati secara tidak merata oleh berbagai kelompok manusia. Penempatan berkelanjutan dimulai pada 10.000 tahun yang lalu setelah berakhirnya zaman es terakhir. Ketika sejarah tertulis dimulai pada abad ke-1 Masehi, bahasa tuturnya adalah bahasa Britonik Umum, dan bahasa tersebut akan berkembang menjadi bahasa Britonik Barat Daya dan kemudian menjadi bahasa Kernowek. Cornwall adalah bagian dari wilayah suku Dumnonii yang kini mencakup Devon dan beberapa bagian di Somerset. Pasca periode kekuasaan Romawi, Cornwall kembali dikuasai oleh para pemimpin Romano-Britania dan terus memiliki hubungan dekat dengan Bretagne dan Wales serta Irlandia selatan, yang berada di seberang Laut Keltik. Pasca runtuhnya Dumnonia, wilayah Cornwall yang tersisa terlibat konflik dengan tetangganya, Wessex.

Pada pertengahan abad ke-9, Cornwall jatuh ke tangan Wessex, tetapi terus melestarikan budayanya. Pada tahun 1337, gelar Adipati Cornwall diciptakan oleh monarki Inggris, untuk dipegang oleh putra tertua raja dan pewaris. Cornwall, bersama dengan daerah tetangganya, Devon, mempertahankan lembaga Stannary yang memberikan kontrol lokal terhadap produk terpentingnya, timah, tetapi pada era Henry VIII sebagian besar sisa otonomi Cornwall telah dihapuskan karena Inggris menjadi negara yang semakin terpusat pada masa kekuasaan dinasti Tudor. Konflik-konflik dengan sentral terjadi yaitu Pemberontakan Cornwall 1497 dan Pemberontakan Buku Doa 1549.

Pada akhir abad ke-18, Cornwall dikelola sebagai bagian integral dari Kerajaan Britania Raya bersama dengan bagian lain Inggris dan bahasa Kernowek mengalami penurunan tajam. Revolusi Industri membawa perubahan besar terhadap Cornwall, serta diadopsinya Metodisme di kalangan populasi umum, mengubah wilayah itu menjadi Nonkonformis. Menurunnya pertambangan di Cornwall menyebabkan emigrasi massal ke luar negeri dan diaspora Cornwall, serta dimulainya Kebangkitan Keltik dan kebangkitan Cornwall yang mengakibatkan dimulainya nasionalisme Cornwall pada akhir abad ke-20.

Sejarah Cornwall pada Abad Pertengahan Awal, khususnya penyebutan seorang Raja Cornwall bernama Arthur oleh, telah ditampilkan dalam karya-karya legendaris seperti Historia Regum Britanniae oleh Geoffrey dari Monmouth, mendahului legenda Arthurian "Mengenai Bretagne" (lihat daftar penguasa mitologis Cornwall).

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan