Senin, 19 Oktober 2026
04:03 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Dryas Terkini

Bagikan:
250px-Epica-vostok-grip-40kyr.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Grafik yang menunjukkan peristiwa Dryas Terkini sekitar 12.000 tahun sebelum kini.

Dryas Terkini (sekitar 12.900 hingga 11.700 tahun sebelum kini) adalah kemunculan kembali zaman glasial yang sempat menghentikan proses pemanasan secara bertahap yang telah dimulai setelah berakhirnya zaman Glasial Maksimum Terakhir sekitar 20.000 tahun sebelum kini. Peristiwa ini terjadi pada masa Pleistosen akhir dan beberapa saat sebelum dimulainya masa Holosen. Nama peristiwa ini berasal dari genus tumbuhan yang disebut Dryas octopetala karena daun-daunnya menjadi berlimpah pada periode glasial akhir.

Perubahan yang dipicu oleh peristiwa ini relatif cepat dan hanya memakan waktu beberapa dasawarsa. Diperkirakan terjadi penurunan suhu antara dua hingga enam derajat Celcius dan gletser-gletser juga meluas di Belahan Utara. Diduga peristiwa ini terjadi akibat melemahnya sirkulasi di Samudra Atlantik yang mengangkut air hangat dari daerah Khatulistiwa ke Kutub Utara. Gangguan ini sendiri terjadi akibat banyaknya air tawar yang masuk dari es yang mencair akibat pemanasan global.

Dryas Terkini merupakan periode perubahan iklim, tetapi dampaknya cukup kompleks dan beragam. Di Belahan Selatan dan beberapa wilayah di Belahan Utara (seperti Amerika Utara bagian tenggara), suhunya sedikit meningkat.[1]

Catatan kaki

  1. ↑ Carlson, A. E. (2013). "The Younger Dryas Climate Event" (PDF). Encyclopedia of Quaternary Science. Vol. 3. Elsevier. hlm. 126–34.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Younger Dryas.


Ikon rintisan

Artikel bertopik ilmu pengetahuan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan