Selasa, 03 November 2026
01:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Segitiga Kionga

Segitiga Kionga

wilayah jajahan Jerman yang kini adalah Mozambik

Bagikan:

10°35′46″S 40°30′32″E / 10.596°S 40.509°E / -10.596; 40.509

250px-Wirtschafts-Atlas_der_deutschen_Kolonien_-_22_cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Segitiga Kionga di peta tua Jerman (di bawah kanan).

Segitiga Kionga (Jerman: Kionga-Dreieck) adalah wilayah kecil di pesisir timur Afrika yang terletak di antara koloni Afrika Timur Jerman (kini Tanzania) dan Mozambik Portugal (kini Mozambik). Luas wilayah ini tercatat sebesar 1000 km² (400 mi²). Segitiga Kionga merupakan wilayah Jerman dari tahun 1894 hingga 1916, dan setelah itu wilayah ini menjadi jajahan Portugal.

Jerman mendirikan pos di sebelah selatan Sungai Rovuma pada tahun 1894. Walaupun Portugal tidak memiliki pos di situ, terdapat perjanjian sementara yang ditandatangani pada tahun 1886 yang mengatur bahwa Sungai Rovuma akan menjadi batas kedua koloni mereka. Maka dari itu, muncul tuduhan bahwa permukiman Jerman di Segitiga Kionga telah melanggar wilayah Portugal. Permukiman Kionga (kini dieja Quionga) memiliki jumlah penduduk sebesar 4.000 jiwa pada tahun 1910.

Selama Perang Dunia I, Jerman menyatakan perang terhadap Portugal pada tahun 1916. Pemerintah Portugal mengambil kesempatan ini untuk 'mengembalikan' kedaulatan nasional dan segera menduduki wilayah tersebut. Setelah perang berakhir, Traktat Versailles menetapkan perbatasan di sepanjang Sungai Rovuma. Keputusan ini memastikan kepemilikan Portugal atas wilayah ini, sementara Afrika Timur Jerman jatuh ke tangan Britania Raya. Secara de facto, Segitiga Kionga merupakan satu-satunya wilayah yang didapat oleh Portugal berkat keterlibatannya dalam Perang Dunia Pertama. Setelah Portugal mengambilalih wilayah Kionga, Suku Makonde yang tinggal di wilayah tersebut mulai mempelajari bahasa Portugis.

Semenjak kemerdekaan Mozambik pada 25 Juni 1975, Segitiga Kionga atau Quionga menjadi bagian dari Provinsi Cabo Delgado.

Referensi

  • Thomas, H.B., "The Kionga Triangle", Tanganyika Notes and Records Volume 31 1951, pp. 47–50.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan