Senin, 02 November 2026
05:29 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Sebelum Usia 17

film Indonesia tahun 1975

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai 7 Hari Sebelum 17 Tahun.
Sebelum Usia 17
SutradaraMotinggo Boesje
ProduserBudi P. Warsosentono
Ditulis olehMotinggo Boesje
Pemeran
Penata musikGatot Sudarto
EditorJanis Badar
DistributorPT. Mahkota Metropolitan Film
Tanggal rilis
1975
Durasi84 menit
NegaraIndonesia

Sebelum Usia 17 adalah film Indonesia tahun 1975. Film ini disutradarai oleh Motinggo Boesje dan dibintangi oleh Rano Karno dan Ernie Djohan.

Sinopsis

Mbah Kusno hidup bersama enam cucu dari enam anaknya, yaitu Rini, Tuti, Nina, Rita, Palupi dan Sony. Rini dan Sony sengaja dikirim orangtuanya ke Mbah Kus, karena kenakalan mereka. Rini pacaran terus, sementara Sony hampir mencelakakan ayahnya, pemilik pembakaran kapur, saat bermain-main dengan dinamit. Kumpulan cucu dengan kakeknya ini yang menjadi titik tolak sejumlah kelucuan. Sony, umpamanya, memperdaya Koko, pacar Rini, dengan menggunakan pakaian dan rambut palsu milik Rini. Keributan yang terjadi membuat Koko diusir, apalagi setelah tahu ibunya adalah bekas pacar Mbah Kus. Lain kali ia memasang petasan di tempat Koko-Rini pacaran. Juga memasang perekam, hingga pembicaraan mereka jadi bahan rapat keluarga. Lalu ada juga rebutan pacar antara Tuty dan Nina. Akibatnya Tuti melarikan diri. Sony yang menemukan surat Tuti, lalu melarikan motor pamannya untuk mencari saudara sepupunya itu. Kejadian ini membuat Mbah Kus panik, karena Sony tidak punya SIM. Mbah Kus kena serangan jantung. Toh semuanya berakhir baik. Tuti pulang, sementara Koko yang diantar ibunya, bisa melunakan sikap keras Mbah Kus.[1]

Pemeran

Referensi

  1. ↑ JB Kristanto, Katalog Film Indonesia 1926-1995, PT Grafiasri Mukti,Jakarta, 1995 hal 138

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan