Selasa, 27 Oktober 2026
10:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Cacing darah

Cacing darah

Bagikan:
Cacing darah
Schistosoma_mansoni.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Telur Schistosoma mansoni
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Platyhelminthes
Ordo: Diplostomata
Subfamili: Schistosomatinae
Genus: Schistosoma
Weinland, 1858
Spesies

Schistosoma bomfordi
Schistosoma bovis
Schistosoma curassoni
Schistosoma datta
Schistosoma edwardiense
Schistosoma guineensis
Schistosoma haematobium
Schistosoma harinasutai
Schistosoma hippopotami
Schistosoma incognitum
Schistosoma indicum
Schistosoma intercalatum
Schistosoma japonicum
Schistosoma kisumuensis
Schistosoma leiperi
Schistosoma malayensis
Schistosoma mansoni
Schistosoma margrebowiei
Schistosoma mattheei
Schistosoma mekongi
Schistosoma ovuncatum
Schistosoma nasale
Schistosoma rodhaini
Schistosoma sinensium
Schistosoma spindale
Schistosoma turkestanicum

Artikel takson sembarang
250px-Schistosoma_20041-300.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mikrograf elektron cacing Schistosoma dewasa. Bar (kiri bawah) mewakili panjang 500 mikrometer

Schistosoma adalah sebuah genus trematoda yang umumnya dikenal sebagai cacing darah. Genus ini adalah cacing pipih parasit yang menyebabkan skistosomiasis pada manusia, yang dianggap oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai penyakit parasit yang paling merusak kedua secara sosioekonomi (setelah malaria), menjangkiti jutaan orang di seluruh dunia.[1][2]

Dewasa dari genus ini bersarang pada kapiler darah di mesenterium atau pleksus kandung kemih, tergantung spesies yang dijangkiti.

Referensi

  1. ↑ "Schistosomiasis Fact Sheet". World Health Organization. Diakses tanggal 10 Agustus 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Schistosomiasis". Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 10 Agustus 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan