Jumat, 06 November 2026
05:49 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Ikan kakatua

Ikan kakatua

Famili Ikan Laut

Bagikan:
Kakatua
250px-Scarus_frenatus_by_Ewa_Barska.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Scarus frenatus
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Labriformes
Famili: Scaridae
Rafinesque, 1810
Genera

Bolbometopon
Calotomus
Cetoscarus
Chlorurus
Cryptotomus
Hipposcarus
Leptoscarus
Nicholsina
Scarus
Sparisoma

Artikel takson sembarang

Ikan kakatua, ikan bayan , lembain atau anglu merupakan kelompok besar spesies ikan laut yang menghuni perairan dangkal tropis dan subtropis di seluruh dunia, terutama di terumbu karang, pantai karang dan padang lamun, dan berperan penting dalam kelimpahan spesies terbesar dijumpai di bawah kepala tampak lebih berwarna cerah serta pada sirip ekor tampak berwarna biru kehijauan dengan area berbentuk jingga dan berbentuk bulan sabit yang besar[1]

spesies ini di kepulauan Yapen[2] Papua,biasa di kenak dengan nama Boyar

Penyebaran

Ikan Kakatua dapat ditemukan pada wilayah Indo-Pasifik dari Laut Merah hingga ke perbatasannya dan pulau Ducie, Jepang bagian selatan, Shark Bay yang berada di Australia Barat, pulau Lord Howe dan Rapa Iti di Prancis Polinesia. Ikan Kakatua tidak ditemukan pada perairan Hawaii[3]

Habitat dan Perilaku

Ikan Kakatua dapat hidup dengan kedalaman 1–25 m dari permukaan laut, normalnya berhabitat pada terumbu luar yang terpapar terkadang berada pada perairan yang sangat dangkal sekali pun. Spesimen remaja dapat ditemukan pada laguna yang hidup di dalam reruntuhan karang dan terumbu karang. Spesies ini umumnya merupakan ikan soliter. Saat akan mencari makanan, ikan kakatua bisa bersamaan atau bergabung dengan spesies ikan yang lain. Spesies ini akan menyerempet pada alga yang tumbuh pada zona bentik [3]

Taksonomi

250px-Parrotfish_turquoisse.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Chlorurus microrhinos dari pesisir utara Timor Leste

Secara tradisional, ikan kakatua dimasukkan ke dalam taksa biologi setingkat famili Scaridae. Meskipun secara analisis filogenetik dan evolusinya masih berlangsung, ikan ini sudah diterima sebagai clade dalam suku Cheilini, dan sering diacu sebagai scarine labrids (subfamily Scarinae, family Labridae).[4] Beberapa pihak memilih mempertahankan ikan kakatua sebagai taksa sekelas famili,[5] Labridae (kecuali dipisahkan menjadi beberapa famili).

Penyebaran di Papua

Penyebaran spesies ini di papua dilaporkan pada perairan fakfak,kaimana,raja ampat,dan teluk cendrawasi,perairan pulau liki,sarmi,dan perairan pesisir Asai,ikan ini tertangkap di rep yanuaki dan rep kawonda.[2]

Referensi

  1. ↑ Sixband Parrotfish, Scarus frenatus (Lacépède, 1802)". Australian Museum. 2013-02-15. Retrieved 2013-09-26.
  2. 1 2 Manangkalangi, Immanuel (2023). Fauna Ikan Karang Ekonomis Penting di Perairan pesisir kampung Asai Kabupaten Kepulauan Yapen (PDF). Manokwari: WWF Indonesia. hlm. 42.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2009). "Scarus frenatus" in FishBase. September 2009 version
  4. ↑ Westneat, MW; Alfaro, ME (2005). "Phylogenetic relationships and evolutionary history of the reef fish family Labridae". Molecular Phylogenetics & Evolution. 36 (2): 370–90. Bibcode:2005MolPE..36..370W. doi:10.1016/j.ympev.2005.02.001. PMID 15955516.
  5. ↑ Randall, J. E. (2007). Reef and Shore Fishes of the Hawaiian Islands. ISBN 978-1-929054-03-9
  6. Afonso, Pedro; Morato, Telmo; Santos, Ricardo Serrão (2008). "Spatial patterns in reproductive traits of the temperate parrotfish Sparisoma cretense" (PDF). Fisheries Research. 90: 92–99. doi:10.1016/j.fishres.2007.09.029. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal 2016-08-28.
  7. Videlier, H.; Geertjes, G.J.; Videlier, J.J. (1999). "Biochemical characteristics and antibiotic properties of the mucous envelope of the queen parrotfish". Journal of Fish Biology. 54 (5): 1124–1127. doi:10.1111/j.1095-8649.1999.tb00864.x.
  8. Choat, J.H. & Bellwood, D.R. (1998). Paxton, J.R. & Eschmeyer, W.N. (ed.). Encyclopedia of Fishes. San Diego: Academic Press. hlm. 209–211. ISBN 0-12-547665-5.
  9. Streelman, J. T., Alfaro, M. E.; et al. (2002). "Evolutionary History of The Parrotfishes: Biogeography, Ecomorphology, and Comparative Diversity" (PDF). Evolution. 56 (5): 961–971. doi:10.1111/j.0014-3820.2002.tb01408.x. PMID 12093031. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-05-03. Diakses tanggal 2016-08-28. {{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |author=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  10. Bellwood, D. R., Hoey, A. S., Choat, J. H. (2003). "Limited functional redundancy in high diversity systems: resilience and ecosystem function on coral reefs". Ecology Letters. 6 (4): 281–285. doi:10.1046/j.1461-0248.2003.00432.x.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  11. Lokrantz, J., Nyström, Thyresson, M., M., C. Johansson (2008). "The non-linear relationship between body size and function in parrotfishes". Coral Reefs. 27 (4): 967–974. Bibcode:2008CorRe..27..967L. doi:10.1007/s00338-008-0394-3.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  12. Lieske, E., and Myers, R. (1999). Coral Reef Fishes. 2nd edition. Princeton University Press. ISBN 0-691-00481-1
  13. Thurman, H.V; Webber, H.H. (1984). "Chapter 12, Benthos on the Continental Shelf". Marine Biology. Charles E. Merrill Publishing. hlm. 303–313. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-06. Diakses tanggal 2016-08-28. Accessed 2009-06-14.

Bacaan Lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan