Sabtu, 24 Oktober 2026
17:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Sayako Kuroda

Sayako Kuroda

Mantan putri Jepang (lahir 1969)

Bagikan:
Former Japanese princess (born 1969)Templat:SHORTDESC:Former Japanese princess (born 1969)
Bentuk asli dari nama pribadi ini adalah Kuroda Sayako. Artikel ini menggunakan rangkaian nama Barat.
Sayako Kuroda
250px-Sayako_Princess_Nori_001_detail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sayako di Expo 2005
Lahir
Sayako, Putri Nori
(紀宮清子内親王)

18 April 1969 (umur 57)
Rumah Sakit Badan Rumah Tangga Kekaisaran,
Istana Kekaisaran Tokyo, Chiyoda, Tokyo, Jepang
PekerjaanPendeta Tertinggi dari Ise Grand Shrine
Peneliti Museum Pendidikan Universitas Tamagawa
Pasangan menikah
Yoshiki Kuroda
​
(m. 2005)​
Ayah
KerabatIstana Kekaisaran Jepang

Sayako Kuroda (黒田 清子, Kuroda Sayako, lahir 18 April 1969), dulunya Sayako, Putri Nori (紀宮清子内親王, Nori-no-miya Sayako Naishinnō), adalah anak bungsu dan satu-satunya putri dari Kaisar Emeritus Akihito dan Permaisuri Emerita Michiko, dan adik perempuan dari Kaisar Jepang saat ini, Naruhito. Dia adalah seorang pendeta Shinto kekaisaran dari Kuil Besar Ise, saat ini menjabat sebagai Pendeta Agung.

Kuroda mendapat gelar "Nori-no-miya" (Putri Nori),[1] sampai pernikahannya dengan Yoshiki Kuroda pada 15 November 2005. Sebagai hasil dari pernikahannya, dia melepaskan gelar kekaisarannya dan meninggalkan Keluarga Kekaisaran Jepang, sebagaimana yang disyaratkan dalam Pasal 12 Hukum Rumah Tangga Kekaisaran, dan menerima pembayaran sekitar US$1.000.000.

Pendidikan

Sayako belajar dan lulus dari Departemen Bahasa dan Sastra Jepang dari Fakultas Sastra Universitas Gakushuin pada 1992. Pada tahun yang sama, ia menerima jabatan sebagai peneliti madya di Institut Yamashina bidang ornitologi. Pada 1998 ia diangkat menjadi peneliti senior pada lembaga yang sama. Ia banyak menulis artikel mengenai burung dalam berbagai penerbitan akademik.

Selain karena penelitiannya, ia banyak bepergian ke luar negeri maupun di dalam negara Jepang sendiri sebagai wakil dari keluarga kekaisaran.

Pertunangan dan pernikahan

Pada 30 Desember 2004, Kantor Rumahtangga Istana mengumumkan pertunangan Putri Sayako dengan Yoshiki Kuroda, seorang perancang kota yang bekerja untuk pemerintah metropolitan Tokyo, kawan lama Pangeran Akishino. Setelah pernikahannya yang dirayakan di sebuah hotel di Tokyo pada 15 November 2005, Putri Sayako meninggalkan Keluarga Kekaisaran Jepang, menggunakan nama keluarga suaminya, seorang biasa pertama yang tidak berlatar belakang bangsawan yang menikahi seorang putri kerajaan. Perubahan statusnya ini adalah tuntutan undang-undang tahun 1947 yang mewajibkan anggota Kekaisaran Jepang menanggalkan status kelahirannya, keanggotaan resmi di keluarga kekaisaran dan tunjangan-tunjangannya pada saat pernikahannya. Selain kedua orangtuanya, Kaisar dan Ratu Jepang, hadir pula pada pernikahan mereka Putra Mahkota Naruhito, Putri Mahkota Masako dan para anggota Keluarga Kekaisaran lainnya.

Ny. Kuroda berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang ornitologis untuk memusatkan perhatiannya pada kehidupan keluarga.

Referensi

  1. ↑ "Princess Sayako turns 35, voices relief over hostage release". Japan Policy & Politics. 19 April 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 September 2016. Diakses tanggal 11 September 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

  • Kunaicho — Yang Mulia Putri Sayako
  • Kunaicho — Menjawab pertanyaan-pertanyaan pada hari ulang tahun Yang Mulia Putri Sayako (2005)
  • Hello! magazine — Artikel mengenai pernikahan Sayako dan Yoshiki Kuroda
  • BBC News — Pesta pernikahan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan