Senin, 28 September 2026
11:45 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Sawut

Sawut

Infotaula de menjarSawut
250px-Sawut_on_a_white_plate.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asal
WilayahDaerah Istimewa Yogyakarta
Negara asalIndonesia
Rincian
Bahan utamasingkong, kelapa parut (ampas kelapa), garam, gula Jawa.

Sawut atau pasrah adalah penganan yang dibuat dari singkong yang diparut kasar, kemudian dikukus sampai masak, dimakan dengan kelapa parut.[1][2]

Sawut merupakan salah satu penganan jajanan pasar yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Penganan ini terdokumentasi dalam Serat Centhini yang diterbitkan pada abad ke-18M.[3][4][5][6][7]

Pembuatan

Sawut terbuat dari parutan singkong yang dicampur dengan gula jawa, kemudian dikukus. Setelah matang, bisa ditambahkan dengan taburan parutan kelapa ketika disajikan. Biasanya disajikan dipagi hari dengan teh hangat. Rasa makanan ini perpaduan antara manis dan gurih karena diberi parutan kelapa diatasnya.

Tata cara pembuatan:

  1. Parut singkong secara kasar/potongan kecil memanjang.
  2. Campur singkong dengan gula jawa, sedikit garam dan daun pandan secara merata.
  3. Siapkan kukusan, lalu alasi dengan daun pisang.
  4. Masukan adonan sawut yang telah tercampuh ke dalam kukusan.
  5. Kukus kurang lebih 25 menit -- 30 menit, hingga matang ditandai dengan singkong yang melunak dan berbau sedap.
  6. Sajikan sawut di atas piring dengan taburan parutan kelapa.[8]

Penamaan

Nama sawut sendiri berasal dari bahasa Jawa, sêmrawut yang bermakna "berantakan".[9] Sawut[10] dikenal pula dengan nama "pasrah" karena pembuatannya diparut kasar (dalam bahasa Jawa berarti "pasrah").[11]

Referensi

  1. ↑ "Sawut singkong - 41 resep". Cookpad. Diakses tanggal 2016-12-20.
  2. ↑ Rama, Ageng Pangestu. 2007. Kebudayaan Jawa: Ragam Kehidupan Keraton dan Masyarakat di Jawa 1222-1998. Yogyakarta: Cahaya Ningrat
  3. ↑ S. T. Wahjudi Pantja Sunjata, Kuliner Jawa dalam Serat Centhini. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya, 2004.
  4. ↑ D. Dwiyanto, Ensiklopedi Serat Centhini. Yogyakarta: Panji Pustaka, 2008.
  5. ↑ S. Marsono, Timbul Haryono, Daru Winarti, Makanan Tradisional dalam Serat Centhini. Yogyakarta: Pusat Kajian Makanan Tradisional UGM, 1998.
  6. ↑ Ricklefs, M. C.,. ""Centhini, Serat", in: Encyclopaedia of Islam". referenceworks.brillonline.com. Encyclopedia of Islam. Diakses tanggal 29 Januari 2024.{{cite web}}: no-break space karakter dalam |title= pada posisi 23Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  7. ↑ "Revitalisasi dan Reaktualisasi Makanan Tradisional Jawa Dalam Serat Centhini" (PDF). staffnew.uny.ac.id. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses tanggal 29 Januari 2024.
  8. ↑ Mujihartin (2025-10-30). "Manis dan Hangatnya Sawut Khas Tanah Jawa". RRI. Diakses tanggal 2025-12-13.
  9. ↑ Sutrisno, Slamet. 2004. Sorotan Budaya Jawa dan yang lainnya. Yogyakarta: Andi Offset.
  10. ↑ "Membuat Sawut, Mengenang Makanan Masa Kecil - KOMPASIANA.com". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2016-12-20.
  11. ↑ Kuncaraningrat. 1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka
Ikon rintisan

Artikel bertopik masakan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan