Selasa, 13 Oktober 2026
16:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Saudagar Jerami

Bagikan:

Saudagar Jerami (わらしべ長者, Warashibe Chōja) adalah cerita rakyat Jepang yang mengisahkan seorang laki-laki miskin yang menjadi kaya setelah melakukan serangkaian barter, dimulai dari sebatang jerami.[1] Cerita ini kemungkinan ditulis pada zaman Heian dan kemudian dimasukkan ke dalam Konjaku Monogatarishū dan Uji Shūi Monogatari.[2][3]

Plot

Seorang petani rajin namun miskin berdoa kepada Buddha Welas Asih agar dibebaskan dari kemiskinan. Buddha berkata kepadanya untuk memungut benda pertama yang disentuhnya di tanah dan membawanya bepergian ke arah barat. Ia tersandung jatuh ke tanah ketika keluar dari kuil, dan menyentuh sebatang jerami yang lalu dipungutnya. Dalam perjalanan, ia menangkap lalat kuda yang mengganggunya, dan mengikat lalat itu pada ujung jerami. Di kota berikutnya, bunyi dengung lalat di ujung jerami membuat bayi yang sedang menangis menjadi terdiam. Ia lalu memberikan jerami beserta lalat kepada ibu dari bayi itu. Sebagai tanda terima kasih, ia diberi tiga buah jeruk. Perjalanan diteruskannya dengan membawa jeruk. Di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang gadis yang sedang kehausan. Jeruk diberikannya kepada anak gadis itu. Sebagai tanda terima kasih, ia menerima sehelai kain sutra. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang samurai dengan seekor kuda yang sedang kepayahan. Samurai meminta agar ia mau menukar kain sutra dengan kuda. Setelah diurusnya, kuda menjadi sehat kembali. Petani lalu melanjutkan perjalanan ke barat dengan menunggang kuda. Seorang jutawan terkesan dengan kuda bagus yang dimilikinya. Ia diundang untuk berkunjung ke rumah jutawan. Anak perempuan jutawan itu ternyata gadis yang pernah diselamatkannya dari kehausan dengan buah jeruk. Sang jutawan melihatnya sebagai takdir dan meminta kepadanya agar mau menikahi putrinya. Ia menikah dengan putri jutawan dan menjadi kaya.

Cerita ini berkembang sebagai tradisi lisan. Detail cerita telah berubah-ubah sejalan perjalanan waktu, dan tercipta beberapa versi yang berbeda-beda. Dalam beberapa versi, tokoh utama bukanlah seorang petani, melainkan seorang prajurit yang menukarkan kudanya dengan sepetak sawah. Ia lalu menjadi petani yang sukses, tanpa menikahi putri seorang jutawan.[3]

Budaya populer

  • Kyle MacDonald memulai proyek one red paperclip dari sebuah klip berwarna merah yang terus dibarternya hingga menjadi sebuah rumah. Inspirasi didapatnya dari cerita ini.[4][5]
  • Dalam permainan video The Legend of Zelda, pemain bertualang sambil melakukan barter benda-benda yang akhirnya menjadi barang atau senjata unik. Pengembang permainan ini menggunakan legenda Saudagar Jerami sebagai sumber inspirasi.[6]

Referensi

  1. ↑ Reader, Ian (1993). Japanese Religions: Past & Present. University of Hawaii Press. hlm. 61–62. ISBN 0824815467.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  2. ↑ Frédéric, Louis (2005). Japan Encyclopedia. Harvard University Press. hlm. 1027. ISBN 0674017536.
  3. 1 2 Kawai, Hayao (1995). Dreams, Myths and Fairy Tales in Japan. Daimon. hlm. 39. ISBN 3856305440.
  4. ↑ Terdiman, Daniel (2006-04-17). "ネット版わらしべ長者への道--ペーパークリップは家一軒に化けるか" (dalam bahasa Jepang). Cnet.com. Diakses tanggal 2010-08-13.
  5. ↑ "赤いクリップで家を手に入れた男----ネット版わらしべ長者ものがたり (単行本)" (dalam bahasa Jepang). Amazon.com. Diakses tanggal 2010-08-13.
  6. ↑ "Iwata Asks - Zelda Handheld History". Nintendo. Diakses tanggal 2010-08-13.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan