Kamis, 29 Oktober 2026
14:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Astama

Bagikan:
Astama
PekerjaanPenulis

Astama, (lahir di Medan, Sumatera Utara, 1930 - meningggal di Jerman, 1998),[1]. adalah seorang penulis Indonesia, termasuk dalam penulis sastra eksil Indonesia.[1] Dikenal juga dengan nama S.T. Caniago, Aziz Akbar, dan Satyadharma.[1]

Biografi

Pendidikan akhimya Akademi Perguruan, jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan mencapai B-l.[2] Astama pernah menjadi salah seorang pimpinan Lekra, dan menjadi anggota Front Nasional pada zaman Soekarno.[2]

Mulai menulis sajak sejak tahun 1955, dan dimuat dalam Harian Pendorong, Harian Harapan, Harian Rakyat, majalah Indonesia dan majalah Zaman Baru.[2] Ia juga menjadi salah seorang pendiri Stichting Budaya Amsterdam pada awal 1989.

Karya-karyanya beberapa dimuat dalam majalah Arena dan Kreasi.[2] Dan puisinya masuk dalam kumpulan puisi bersama, Puisi(Kreasi No. 11 1992) dan Yang Tertindas Yang Melawan Tirani I & lI (Kreasi No. 28 1997 & No.39 1998). Satu kumpulan puisinya belum sempat diterbitkan.[2]

Hasil karya

  • Sungai Dara Dan Diri, kumpulan cerpen, Stichting I.S.D.M., Culemborg 1992, 290 hal.[3]

Rujukan

  1. 1 2 3 (Inggris) McGlynn, John dan Ibrahim, A. Kohar(ed). Menagerie 6, Lontar, 2004, ISBN 979-8083-52-0
  2. 1 2 3 4 5 (Indonesia) Alham, Asahan (ed). Di Negeri Orang: Puisi Penyair Indonesia Eksil, Lontar, 2002, ISBN 979-8083-42-3
  3. ↑ (Indonesia) Setiawan, Hersri. Lagi: Seni Eksil Indonesia,1994, teks seminar untuk Festival Puisi Internasional di Perth, Australia

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi penulis, penyair, pengarang, atau sastrawan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan