Minggu, 25 Oktober 2026
15:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Satelit geostasioner

Satelit geostasioner

Bagikan:
330px-Satelit_leo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalur lintas satelit Geostasioner ditandai dengan GEO.

Satelit geostasioner atau disebut juga satelit geosinkron adalah satelit yang mengorbit pada ketinggian 35.900 km di atas bumi.[1] Satelit jenis ini mengelilingi bumi dengan frekuensi satu kali putaran per hari (24 jam).[1] Artinya satelit ini berada dalam posisi tetap di titik Ia beroperasi mengikuti perputaran bumi.[1] Satelit geostasioner digunakan untuk keperluan telekomunikasi, prakiraan cuaca, televisi satelit, radio satelit dan segala hal yang berhubungan dengan komunikasi global.[1]

Metode pengukuran satelit geostasioner adalah aktual (real time), yang artinya satelit ini mampu secara langsung mengirim gambar ke perangkat penerima sesaat setelah pengambilan gambar dengan kamera.[2] Karena kemampuannya ini, satelit jenis ini dimanfaatkan para ahli prakiraan cuaca untuk memantau keadaan awan cuaca, badai, topan dan arah angin.[2]

Karena garis putarnya yang terletak paling tinggi dari jenis satelit lainnya, satelit geostasioner terkadang mengalami sun outages. Sun outages adalah sebuah musim pergerakan matahari yang melewati ekuator pada bulan Maret dan September.[3] Ketika hal ini terjadi, matahari akan menyebarkan suhu panas yang berlebihan sehingga mengganggu kinerja satelit geostasioner.[3] Dan apabila ini terjadi, satelit akan memberikan sinyal suara gaduh (noise) ke perangkat penerima sinyal satelit tersebut.[3]

Lihat pula

Rujukan

  1. 1 2 3 4 (Inggris) BBC: GCSE BiteSize. "Satellites Gravity Circular Motion".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. 1 2 (Inggris) Weather Online. "Geostationary Satellites".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. 1 2 3 (Inggris) Reformation. "Geostationary Satellites". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2015-01-25.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan