Minggu, 04 Oktober 2026
12:22 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Sasaka Domas

Bagikan:

Sasaka Domas adalah tempat keramat dalam kepercayaan Urang Kanekes atau yang juga dikenal dengan sebutan Suku Badui. Setelah orang Kanekes meninggal, roh-roh mereka akan kembali ke Sasaka Domas dan bersatu dengan dewa Batara Tunggal. Sasaka Domas tidak sama dengan Arca Domas yang merupakan tempat penciptaan.[1] Konon Sasaka Domas terletak di hulu Sungai Ciparahiyang di dalam hutan terlarang.[1] Orang Kanekes sendiri merahasiakan lokasi sasaka ini, dan yang mengetahui tempatnya hanya beberapa tetua saja.[2]

Referensi

  1. 1 2 Wessing, Robert; Barendregt, Bart (2005-12-01). "Tending the Spirit's Shrine: Kanekes and Pajajaran in West Java". Moussons (8): 3–26. doi:10.4000/moussons.2199. ISSN 1620-3224.
  2. ↑ Sucipto, Toto; Limbeng, Julianus (2007). Studi Tentang Religi Masyarakat Baduy di Desa Kanekes Provinsi Banten. Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan