Sabtu, 31 Oktober 2026
02:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sarakin

Sarakin

Bagikan:
250px-Sarakin%2C%E3%82%B5%E3%83%A9%E9%87%91%E3%80%81%E6%B6%88%E8%B2%BB%E8%80%85%E9%87%91%E8%9E%8D%E9%9B%91%E5%B1%85%E3%83%93%E3%83%AB%E3%80%81%E5%8C%97%E6%B5%B7%E9%81%936170117.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sarakin, Hokkaido

Sarakin (サラ金) adalah istilah Jepang untuk perusahaan pembiayaan legal yang memberikan pinjaman tanpa jaminan dengan bunga tinggi. Istilah ini merupakan bentuk singkat dari kata bahasa Jepang untuk salaryman (サラリーマン, Sararīman) dan pinjaman (金融, kin'yu). Rentenir ilegal yang mengenakan bunga di atas suku bunga maksimum yang diizinkan secara hukum disebut yamikin, kependekan dari Yami Kinyu (闇金融, "Keuangan Gelap"), dan banyak di antaranya meminjamkan 10% selama 10 hari.

Sekitar 14 juta orang, atau 10% dari populasi Jepang, telah meminjam dari sarakin. Secara keseluruhan, ada sekitar 10.000 perusahaan (turun dari 30.000 perusahaan satu dekade lalu[kapan?]); tetapi, tujuh perusahaan teratas menguasai 70% pasar. Nilai pinjaman yang diberikan mencapai $100 miliar. Sarakin terbesar diperdagangkan secara publik dan sering kali bersekutu dengan bank-bank besar.[1]

Referensi

  1. ↑ "Lenders of first resort", The Economist, May 22, 2008. Accessed 19 June 2009.


Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan