| Saraf terminal | |
|---|---|
Kiri sarad terminal sebagaimana itu hadir pada sisi ventral otak ikan anjing (label paling atas) | |
| Rincian | |
| Pengidentifikasi | |
| Bahasa Latin | nervus terminalis |
| TA98 | A14.2.01.002 |
| TA2 | 6179 |
| FMA | 76749 |
| Daftar istilah anatomi | |
Saraf terminal, atau yang juga dikenal sebagai saraf kranial nol atau CN 0, adalah saraf yang sebelumnya tidak termasuk kedalam klasifikasi umum saraf kranial dari CN I hingga CN XII, namun kini telah diakui dan terdaftar di Terminologia Anatomica.[1] Saraf ini ditemukan oleh seorang ilmuwan Jerman, Gustav Fritsch, pada 1878 pada otak hiu, serta pertama ditemukan di manusia pada 1913.[2] Studi-studi telah mengonfirmasi bahwa saraf terminal adalah penemuan yang lumrah pada otak manusia dewasa.[3][4]
Fungsi
Peran-peran saraf terminal masih berupa spekulasi, bersamaan dengan kemungkinan implikasi patologisnya.[5] Meski sangat dekat dengan saraf olfaktori, saraf terminal tidak terhubung dengan bulbus olfaktorius, tempat rangsangan bau diproses. Hal ini menyarankan bahwa saraf ini vestigial atau mungkin terkait dengan pendeteksian feromon.[6] Saraf ini mungkin memodulasi input olfaktori, sehingga memudahkan deteksi feromon (terutama feromon seks).[5] Hipotesis ini didukung lebih jauh dengan fakta bahwa saraf terminal memanjang ke nukleus septal dan daerah preoptik. Kedua bagian tersebut terlibat dalam reproduksi pada mamalia.[7] Sebuah studi tahun 1987 menemukan bahwa kawin dalam hamster berkurang ketika saraf terminalnya dihilangkan.[8]
Referensi
| Saraf Kranial |
|---|
| CN 0 – Terminal |
| CN I – Olfaktorius |
| CN II – Optikus |
| CN III – Okulomotor |
| CN IV – Troklearis |
| CN V – Trigeminus |
| CN VI – Abdusen |
| CN VII – Fasialis |
| CN VIII – Vestibulokoklearis |
| CN IX – Glosofaringeal |
| CN X – Vagus |
| CN XI – Aksesorius |
| CN XII – Hipoglossus |
- ↑ Ruqa WA, Pennacchia F, Rusi E, Zoccali F, Bruno G, Talarico G, Barbato C, Minni A (Maret 2024). "Smelling TNT: Trends of the Terminal Nerve". Int J Mol Sci. 25 (7): 3920. doi:10.3390/ijms25073920. PMC 11011448. PMID 38612730.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Fields, R. Douglas (2007). "Sex and the Secret Nerve". Scientific American Mind. 18: 20–7. doi:10.1038/scientificamericanmind0207-20.
- ↑ Fuller GN, Burger PC (1990). "Nervus terminalis (cranial nerve zero) in the adult human". Clin Neuropathol. 9 (6): 279–83. PMID 2286018.
- ↑ Berman, Laura (Maret 25, 2008). "Scientists discover secret sex nerve". TODAY.com. Diakses tanggal Juni 27, 2019.
{{cite web}}:|archive-date=memerlukan|archive-url=Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Ruqa WA, Pennacchia F, Rusi E, Zoccali F, Bruno G, Talarico G, Barbato C, Minni A (Maret 2024). "Smelling TNT: Trends of the Terminal Nerve". Int J Mol Sci. 25 (7): 3920. doi:10.3390/ijms25073920. PMC 11011448. PMID 38612730.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Von Bartheld CS (September 2004). "The terminal nerve and its relation with extrabulbar "olfactory" projections: lessons from lampreys and lungfishes". Microscopy Research and Technique. 65 (1–2): 13–24. doi:10.1002/jemt.20095. PMID 15570592.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Fields, R. Douglas (2007). "Sex and the Secret Nerve". Scientific American Mind. 18: 20–7. doi:10.1038/scientificamericanmind0207-20.
- ↑ Wirsig, Celeste (11 Agustus 1987). "Terminal nerve damage impairs the mating behavior of the male hamster". Brain Research. 417 (2): 293–303. doi:10.1016/0006-8993(87)90454-9. PMID 3308003. S2CID 33371658.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)