Rabu, 30 September 2026
23:41 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Saprahan

Saprahan

tradisi makan bersama dalam acara pernikahan, khitanan, dan acara syukuran lainnya di Kota Pontianak, Indonesia

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Acara_Saprahan_masyarakat_Sambas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Acara Saprahan masyarakat Sambas

Tradisi Makan Beseprah adalah tradisi makan bersama duduk di lantai oleh masyarakat Melayu Kota Pontianak. Biasanya tradisi ini dilakukan dalam acara pernikahan, khitanan, dan acara syukuran lainnya. Dalam acara Makan Beseprah, semua hidangan makanan disusun secara teratur dalam Mangkuk/Basik yang dihidang diatas Tapsi/Pahar di atas kain seprah agar proses makan bersama dapat dilaksanakan secara tertib dan untuk mempererat tali silaturahmi. Adapun masakan yang umum disajikan berupa Paceri Nenas, Sapi Masak Belapis (Masak Kecap versi Pontianak yang tidak menggunakan kecap manis), Sapi Masak Merah, Sayok Dalca, Acar Telok, Sambal Wak Dolah dan lain-lain. Dalam adat makan Beseprah ini, acara makan dipimpin oleh seorang Kepala Seprah yaitu seorang laki-laki yang dituakan dan dianggap memahami adat Makan Beseprah dari pihak tuan rumah/tuan hajat. kegiatan makan akan dimulai ketika Kepala Seprah telah mempersilahkan, dan kegiatan makan juga akan berakhir ketika Kepala Seprah menghentinkan kegiatan. untuk itu seorang Kepala Seprah haruslah seorang yang mengetahui adat, adab juga bijak. Kegiatan makan Seprah ini diakhiri dengan menghidangkan Aek Serbat atau minuman sirop berwarna merah yang terbuat dari rebusan berbagai rempah. Pakaian yang dikenakan dalam adat Makan Beseprah bagi laki-laki adalah pakaian adat Melayu telok belanga, dan bagi perempuan berpakaian baju kurung. Pada mulanya, adat makan beseprah hanya berlaku di lingkungan Kesultanan Pontianak saja, akan tetapi pada masa sekarang telah berkembang hingga dilaksanakan pula oleh kalangan masyarakat Melayu Kota Pontianak.[1][2][3][4]

Rujukan

  1. ↑ Kemendikbud, kemendikbud (01-01-2017). "Saprahan Melayu Kota Pontianak". Penetapan Saprahan Melayu Kota Pontianak. Diakses tanggal 20-09-2019.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  2. ↑ Arifin, Nurul. "Tradisi Saprahan Kota Pontianak". Catar Borneo. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-09-21. Diakses tanggal 2019-09-21.
  3. ↑ "Saprahan, Tradisi Makan Ala Pontianak". Republika Online. 2017-11-13. Diakses tanggal 2019-09-21.
  4. ↑ Katalog Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Jakarta: Direktorat Wisata dan Diplomasi Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. hlm. 337.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan