Selasa, 22 September 2026
04:44 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Sangtu

Sangtu

250px-Danwon-Hwal.ssogi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan pria yang mengenakan sangtu (konde).

Sangtu (상투) adalah jenis model konde rambut tradisional yang dikenakan oleh pria Korea pada masa lalu.[1] Laki-laki pada masa lalu memelihara rambut panjang dan menyusunnya di atas kepala dengan cara menguncir, mengikat, dan membentuk konde.[1] Seorang laki-laki yang telah melewati upacara akil-balik atau telah menikah, mengenakan sangtu yang melambangkan kedewasaan.[1] Sepotong aksesori kecil yang terbuat dari emas, perak atau perunggu yang dinamakan danggot diselipkan untuk menjaga sangtu tetap kencang.[1] Sejenis kain pelapis yang terbuat dari rambut kuda yang dinamakan manggeon dipakaikan di bagian atas kepala untuk mencegah helai rambut jatuh ke muka.[2]

Sejarah

Pria Korea telah mengenakan sangtu sejak zaman Tiga Kerajaan (37 SM-668 M).[1] Pada erat Dinasti Joseon 1397-1910), semua pria yang telah menikah mengenakan sangtu dan mereka yang tidak mengenakannya, meskipun telah dewasa dicibir oleh orang lain sebagai anak-anak.[1] Hal ini biasa terjadi pada pria dewasa yang belum menikah.[1] Karena itu, laki-laki seperti ini ada yang berpura-pura mengenakan sangtu supaya dikira telah menikah, istilahnya adalah geonsangtu. Tradisi mengenakan sangtu berakhir tahun 1895, saat pemerintah mewajibkan semua pria memotong rambut panjang dan mengganti gaya rambut tradisional ke gaya barat.[1] Saat ini sudah jarang sekali ada laki-laki yang memelihara rambut panjang dan mengenakan sangtu, kecual di desa tradisional.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 An Illustrated Guide to Korean Culture - 233 traditional key words. The National Academy of the Korean Language, Hakgojae Publishing, Seoul. ISBN 89-8546-98-1.
  2. (Inggris) Manggeonjang(Making Manggeon headband) Diarsipkan 2012-05-07 di Wayback Machine., nricp.go.kr. Diakses pada 12 Juni 2010.
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan