Senin, 26 Oktober 2026
18:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Samudra Paleoasia

Bagikan:

Samudra Paleoasia kadang disebut Palaeoasia atau Paleo-Asia (bahasa Inggris:Paleoasian) adalah samudra yang terbentuk kira-kira sekitar 900 juta tahun lalu pada era Mesoproterozoikum.

Samudra ini bertahan cukup lama antara 350 – 300 juta tahun lalu (atau sekitar 600 – 500). Paleoasia mulai membesar sekitar 600 juta tahun lalu pada masa Pannotia yang merupakan tingkat terluas pada samudra tersebut. Namun, samudra ini memiliki kemiripan dengan samudra Paleo-pasifik.

Evolusi

Perlu diketahui bahwa samudra paleoasia terbentuk sekitar 900 juta tahun lalu pada era Mesoproterozoikum dan mulai menutup (lenyap) sekitar 350 - 300 juta tahun lalu.

Samudra tersebut mulai meluas sekitar 700 - 600 juta tahun lalu yang bertepatan dengan tabrakan antara Siberia dengan sebuah Mikrobenua.

Tahap awal evolusi Paleoasia dimulai dengan penutupan samudra tersebut pada periode karbon dan permian. Evolusinya memiliki hubungan dengan Samudra Paleo-Pasifik pada akhir penutupan yang pada periode itu juga mulai meluas.

Namun, Pada awal Kambrium, terjadi tabrakan gunung bawah laut dengan busur pulau menyebabkan terjepitnya zona subduksi dan arus balik dalam irisan akresi. Karena peristiwa tumbukan Ordovisian Tengah Kambrium-Awal, dua samudera baru mulai terbentuk, yaitu Junggar-Irtysh-Kazakhstan dan Uralian-Tien Shan Selatan-Mongolia Selatan.[1]

Referensi

  1. ↑ Dobretsov, N. L.; Berzin, N. A.; Buslov, M. M. (1995-04-01). "Opening and Tectonic Evolution of the Paleo-Asian Ocean". International Geology Review. 37 (4): 335–360. doi:10.1080/00206819509465407. ISSN 0020-6814.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan