Minggu, 11 Oktober 2026
22:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Samudra Tethys

Samudra Tethys

Bagikan:
Untuk Persamaan judul, lihat Tethys (disambiguasi).
langid-250px-Laurasia-Gondwana.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fase pertama pembentukan Samudra Tethys: Laut Tethys mulai membagi Pangaea menjadi dua benua, Laurasia dan Gondwana.

Samudra Tethys (bahasa Yunani: Τηθύς) adalah samudra yang pernah ada di antara benua Gondwana dan Laurasia pada masa Mesozoikum sebelum pembentukan Samudra Hindia dan Atlantik pada periode Kapur. Samudra ini juga disebut Laut Tethys atau Neo-Tethys.

Sekitar 250 juta tahun yang lalu,[1] pada masa Trias, samudra baru mulai terbentuk di ujung selatan Samudra Paleo-Tethys. Sebuah patahan terbentuk di sepanjang landas benua Pangaea selatan (Gondwana). Dalam waktu sekitar 60 juta tahun, kepingan landas tersebut (yang disebut Cimmeria) bergerak ke utara dan mendorong dasar Samudra Paleo-Tethys di sebelah selatan ujung timur Pangaea utara (Laurasia). Samudra Tethys terbentuk di antara Cimmeria dan Gondwana.

Etimologi

Nama "tethys" , berasal dari seorang dewi laut yunani, yakni tethys .

Catatan kaki

  1. ↑ "Palaeos Mesozoic: Triassic: Middle Triassic". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-08. Diakses tanggal 2016-04-16.
Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan