Minggu, 08 November 2026
01:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Niter

Niter

bentuk mineral dari potasium nitrat

Bagikan:
Niter
250px-KNO3_crystal.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kristal niter diamati di bawah mikroskop polarisasi
Umum
KategoriMineral
Rumus kimiaKNO3
Klasifikasi Strunz5.NA.10
Klasifikasi Dana18.1.2.1
Identifikasi
Kekerasan skala Mohs2

Niter adalah bentuk mineral kalium nitrat, KNO3, yang juga dikenal sebagai salpeter. Sejarahnya, istilah "niter" tidak dibedakan dengan baik dari natron, keduanya didefinisikan dengan sangat gamang tetapi umumnya merujuk pada senyawa karbonat atau nitrat dari natrium atau kalium. Tiga mineral terkait adalah soda niter (natrium nitrat), amonia niter (amonium nitrat), dan stronsium nitrat. Niter pernah digunakan sebagai rujukan khususnya garam nitrasi yang dikenal sebagai beragam jenis saltpeter (hanya garam nitrasi yang baik untuk pembuatan bubuk mesiu). Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1790 niter dan asam nitrat turunannya pertama kali digunakan untuk memberi nama unsur nitrogen.

Niter paling sering dijumpai pada lingkungan gersang, karena sifatnya yang mudah larut dalam air. Sumber utama mineral natrium nitrat ("saltpeter Chile", yaitu nitratina) adalah gurun Atacama di Chile. Nitrat kalium dan lainnya berperan penting untuk digunakan sebagai pupuk dan, dalam sejarahnya, serbuk mesiu. Banyak kebutuhan dunia saat ini dipenuhi oleh nitrat yang diproduksi secara sintetis, meskipun mineral alami masih ditambang dan masih memiliki nilai komersial yang signifikan.

Penjelasan

Niter adalah mineral tak berwarna hingga putih dengan bentuk kristal ortorombik. Ini biasanya dijumpai sebagai pengerakan masif dan pertumbuhan efloresensi pada dinding dan langit-langit gua di mana larutan yang mengandung alkali kalium dan nitrat merembes ke permukaan. Niter kadang-kadang terjadi sebagai kelompok kristal asikular, dan kristal tunggal yang umumnya menunjukkan twinning.

Sejarah

Niter sebagai istilah telah dikenal sejak zaman kuno, meskipun terdapat banyak kebingungan historis dengan natron (natrium karbonat/bikarbonat tak murni), dan tidak semua garam kuno yang diketahui namanya (atau nama-nama yang mirip) pada zaman dahulu mengandung nitrat. Nama niter berasal dari bahasa Yunani:νιτρων nitron, dari bahasa Mesir Kuno netjeri, dan bahasa Ibrani néter, untuk garam yang diturunkan ari abu (hubungan ketiganya tidak jelas).

Istilah Ibrani néter mungkin telah digunakan sebagai, atau berhubungan dengan, sabun, seperti yang tersirat dalam Jeremiah 2:22

"For though thou wash thee with nitre, and take thee much soap ..."

— Jeremiah (2:22)

Namun, tidak jelas zat apa yang dirujuk oleh Injil sebagai "neter", dengan beberapa pendapat mengarah ke natrium karbonat. Memang, istilah Neo Latin untuk natrium diturunkan dari mineral gurun pada kelas yang sama yang disebut natron (Prancis) dari bahasa Spanyol natrón hingga Yunani 'νίτρον (nitron), diturunkan dari bahasa Mesir Kuno netjeri, merujuk pada garam natrium karbonat yang terdapat pada gurun di Mesir, bukan garam nitrasi natrium yang banyak terdapat pada gurun di Chile (secara klasik dikenal sebagai "saltpeter Chile" dan variasi dari istilah ini).[1]

Istilah (ἀφρόνιτρον, aphronitron or Afronitre) yang diterjemahkan sebagai "busa niter" biasa diperdagangkan pada abad ke-4 menurut akun finansial saat itu, dan karena dinyatakan sebagai "untuk mandi" maka kemungkinan digunakan sebagai sabun.[2]

Lihat juga

  • Nitrari, tempat untuk membuat saltpeter

Referensi

  1. ↑ Neter and nitrogen
  2. ↑ Sabun yang lebih konvensional juga muncul dalam akun tersebut tetapi lebih mahal: John Matthews, The Journey of Theophanes, Yale UP 2006

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan