Senin, 05 Oktober 2026
15:56 WIB
TERKINI
Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan
Salisilamida

Salisilamida

senyawa kimia

Bagikan:
250px-Salicylamide-3D-balls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salisilamida

Salisilamida adalah turunan dari asam salisilat yang sering dikombinasikan dengan parasetamol dan kafeina.[1] Salisilamida merupakan zat analgesik.[1] Cara kerja salisilamida kurang kuat apabila dibandingkan dengan asetosal tetapi banyak digunakan karena sifatnya yang tidak terlalu asam.[1] Karena tidak terlalu asam, obat tersebut tidak menimbulkan radang dan pendarahan pada lambung.[1] Obat ini sering digunakan untuk menurunkan panas, mengurangi rasa sakit, dan banyak digunakan oleh masyarakat.[1] Obat ini termasuk dalam golongan obat yang dapat diperjual belikan secara bebas tanpa perlu resep dari dokter.[1] Dosis penggunaan obat ini untuk dewasa adalah diminum 3 kali dalam sehari, sekali minum 500mg.[1] Salisilamida tergolong obat analgetik nonnarkotika.[1] Selain fungsi yang telah dijelaskan di atas, salisilamida juga berfungsi sebagai antipiretik.[2] Rumus kimia dari zat ini adalah C7H7NO2.[2] Seseorang yang alergi terhadap zat salisilamid sebaiknya tidak mengkonsumsi salisilamida.[3] Rumus kimia dari zat ini adalah C7H7NO2.[2] Seseorang yang memiliki masalah pendarahan, seperti hemofilia, penyakit von Willebrand, atau trombosit darah rendah sebaiknya tidak mengkonsumsi obat ini.[3] Begitu juga dengan penderita ruam parah, gatal, sesak napas dan pusing.[3]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Nuraini Widjajanti. Obat-obatan. Yogyakarta: Kanisius. hlm. 34.
  2. 1 2 3 "Salycilamide". Drug Bank. Diakses tanggal 25 Juni 2014.
  3. 1 2 3 "Acetaminophen,aspirin,caffeine, salicylamide". Drug Bank. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-06. Diakses tanggal 25 Juni 2014.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan