Jumat, 30 Oktober 2026
08:29 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sai-ji

Sai-ji

bangunan kuil di Jepang

Bagikan:
330px-%E8%A5%BF%E5%AF%BA%E5%BE%A9%E5%85%83%E6%A8%A1%E5%9E%8B.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sai-ji dipandang dari arah selatan dalam sebuah model miniatur Heian-kyō pada zaman dahulu

Sai-ji (西寺, Sai-ji) atau Wihara Barat adalah salah satu dari dua wihara Buddha besar yang berdiri di Kyoto, Jepang.

Sejarah

Sai-ji didirikan pada awal zaman Heian.[1] Wihara tersebut berasal dari tahun 796, dua tahun setelah ibu kota berpindah ke Heian-kyō. Sai-ji didirikan bersama dengan wihara lainnya, Tō-ji (Wihara Timur). Masing-masing menduduki sebuah lahan kotak dengan luas sekitar 300 m kali 300 m yang terletak secara simetris di kedua sisi Jalan Raya Suzaku (Suzaku-ōji, sekarang Senbon-dōri), tepat di utara gerbang Rashōmon di sepanjang ujung selatan kota tersebut. Meskipun Tō-ji masih berdiri (mungkin dibangun lagi) sampai zaman modern, Sai-ji terbakar pada 990 dan 1233, kemudian dirobohkan dan tak pernah dibangun ulang.

Dua wihara tersebut (bersama dengan Shingon-in di istana kekaisaran) adalah satu-satunya lembaga Buddha yang ada di ibu kota pada masa bangunan tersebut didirikan. Kebijakan tersebut diperkenalkan oleh Kaisar Kanmu dalam rangka menumbuhkan pengaruh politik terhadap lembaga-lembaga Buddha besar di Heijō-kyō (sekarang Nara) pada abad ke-8.

Saat ini, sebuah taman kecil di Minami-ku, Kyoto, dibangun untuk mengenang wihara yang sempat berada di tempat tersebut, sebuah lahan kecil di barat laut persimpangan jalan Kujō dan jalan Senbon.

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Ponsonby-Fane, Richard. (1956). Kyoto: The Old Capital of Japan, 794-1869, p. 111.

Referensi

  • Ponsonby-Fane, Richard Arthur Brabazon. (1956). Kyoto: The Old Capital of Japan, 794-1869. Kyoto: The Ponsonby Memorial Society.

Pranala luar

34°58′51″N 135°44′17″E / 34.980726°N 135.738153°E / 34.980726; 135.738153

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan