Sabtu, 31 Oktober 2026
09:36 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sagarika Sriram

Sagarika Sriram

Bagikan:
Infobox orangSagarika Sriram
330px-Sagarika_Sriram.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran2005 Suntingan nilai di Wikidata (20/21 tahun)
Chennai Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpendidik,climate activist (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan

Sagarika Sriram (lahir pada 2005) adalah seorang aktivis iklim asal Uni Emirat Arab yang dikenal karena advokasinya terhadap pelestarian lingkungan dan hak-hak anak.[1] Sejak usia muda, ia menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan dengan mendirikan inisiatif yang berfokus pada keberlanjutan dan kesadaran ekologi di kalangan generasi muda. Sriram merupakan anggota komite penasihat anak-anak pada Komite Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Committee on the Rights of the Child), di mana ia berkontribusi dalam memperjuangkan hak anak untuk hidup di lingkungan yang aman dan sehat. Kiprahnya dalam bidang lingkungan hidup telah mendapatkan pengakuan internasional. Pada 2023, namanya masuk dalam daftar BBC 100 Women, yang menyoroti perempuan berpengaruh di seluruh dunia. Sagarika Sriram terus berperan aktif dalam kampanye global untuk mengatasi perubahan iklim dan meningkatkan partisipasi anak muda dalam gerakan lingkungan.[2]

Biografi

Sagarika Sriram adalah seorang aktivis iklim yang memimpin gerakan lingkungan dari Dubai, Uni Emirat Arab. Ia memiliki asal-usul keluarga dari Chennai, India. Sejak usia muda, Sriram telah menunjukkan kepedulian mendalam terhadap isu-isu keberlanjutan. Pada usia 10 tahun, ia menggunakan kemampuan kodingnya untuk menciptakan portal web Kids4ABetterWorld (K4BW), sebuah platform edukatif yang bertujuan untuk mengajarkan anak-anak di seluruh dunia mengenai pentingnya kelestarian lingkungan serta membantu mereka terlibat dalam proyek-proyek keberlanjutan di komunitas masing-masing.[3]

Melalui inisiatif ini, Sriram mengembangkan berbagai program lingkungan yang dilakukan baik secara daring maupun luring, dengan fokus utama pada pemberdayaan anak-anak agar memahami peran mereka dalam mengatasi perubahan iklim. Ia berupaya menunjukkan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang, dapat berkontribusi positif bagi planet ini.

Untuk mendukung kemampuannya, Sriram pernah mengikuti kursus HTML coding dan perancangan web di Johns Hopkins Centre for Talented Youth (CTY). Dari kursus tersebut, ia menyempurnakan platform Kids4ABetterWorld menjadi wadah global yang dapat diakses oleh anak-anak di berbagai negara.[4]

Salah satu kegiatan penting yang digagasnya adalah Sustainable Summer Workshops, serangkaian lokakarya yang bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap isu-isu perubahan iklim. Dalam kegiatan ini, Sriram bersama rekan-rekannya mengajarkan peserta tentang bahaya pemanasan global, dampaknya terhadap kehidupan, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan secara sederhana tetapi bermakna di lingkungan sehari-hari.[5]

Referensi

  1. ↑ Reporter, Anjana Kumar, Senior (2022-11-14). "Indian expat student from Dubai speaks at COP27". Gulf News: Latest UAE news, Dubai news, Business, travel news, Dubai Gold rate, prayer time, cinema (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-01.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ "BBC 100 Women 2023: Who is on the list this year? - BBC News". News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-11-01.
  3. ↑ Swan, Melanie. "Eco Activist Sagarika Sriram Is Making Change Through Small Actions". TIME (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-01.
  4. ↑ "Young eco-warrior fights for the planet in Dubai". Khaleej Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-01.
  5. ↑ "16-Year-Old Sagarika Sriram Is Building A Global Climate Change Curriculum For Kids". Indiatimes (dalam bahasa Indian English). 2021-10-23. Diakses tanggal 2025-11-01.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan