Minggu, 27 September 2026
18:00 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Sacoglossa

Sacoglossa

Sacoglossa
Rentang waktu: Eosen – sekarang[1]
250px-Elysia_clarki%2C_Florida.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Elysia crispata, spesies tak bercangkang dalam famili Placobranchidae
250px-Oxynoe_viridis_cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Oxynoe viridis, sakoglosan bercangkang dalam famili Oxynoidae
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Mollusca
Kelas: Gastropoda
Subterkelas: Tectipleura
Superordo: Sacoglossa
H. von Ihering, 1876[2]
Diversitas[3]
284 spesies
Sinonim

Ascoglossa Bergh, 1876

Artikel takson sembarang

Sacoglossa, umumnya dikenal sebagai "siput laut tenaga surya", adalah sebuah superordo dari dari siput laut dan lintah laut, yang merupakan sebuah moluska gastropoda laut yang masuk kedalam klad Heterobranchia. Saccoglossa hidup dengan memakan isi seluler dari alga. Oleh karena itu, terkadang sacoglossa juga dikenal sebagai 'siput laut pengisap getah".[4]

Beberapa sacoglossa mencerna cairan yang mereka isap dari alga, tetapi pada beberapa spesies lainnya, siput laut tersebut mengambil, memilah dan menggunakan kloroplas dari alga yang mereka makan pada jaringan tubuh mereka. Fenoma yang tak biasa ini dikenal sebagai kleptoplasti, untuk plastid yang dicuri.[5] Hal inilah yang membuat mereka dikenal sebagai siput laut tenaga surya, karena membuatnya dapat mendapat energi melalui fotosintesis.[6] Kemampuan ini sekali lagi membuat siput sacoglossa tak biasa di antara organisme-organisme metazoa lainnya, karena selain pada sacoglossa, kleptoplasti hanya dapat ditemukan di protista bersel satu.[7]

Sacoglossa terbagi menjadi dua klad: famili-famili bercangkang (Oxynoacea), dan famili-famili tak bercangkang (Plakobranchaea).[8] Sacoglossa bercangkang terdiri dari empat famili, yaitu Cylindrobullidae, Volvatellidae, Oxynoidae, dan Juliidae (gastropoda bivalvia). Sementara itu, sacoglossa tak bercangkang dikelompokkan menjadi enam famili, terbagi di antara dua klad ("superfamili"), yaotu Plakobranchoidea dan Limapontioidea. Semua sacoglossa dapat dibedakan dengan kelompok-kelompok berkerabat dengan adanya barisan tunggal gigi di radula. Gigi tersebut beradaptasi untuk cara makan suktorial dari hewan ini.[9]

Kathe R. Jensen (2007)[3] mengenali 284 spesies valid pada Sacoglossa.

Referensi

  1. ↑
  2. ↑ Ihering H. v. (1876). "Versuch eines natürlichen Systemes der Mollusken". Jahrbücher der Deutschen Malakozoologischen Gesellschaft 3: 97-148. Sacoglossa is on the page 146.
  3. 1 2 Jensen K. R. (November 2007). "Biogeography of the Sacoglossa (Mollusca, Opisthobranchia)" Diarsipkan 2013-10-05 di Wayback Machine.. Bonner zoologische Beiträge 55(2006)(3-4): 255–281.
  4. ↑ Anonymous. (Last changed: December 2008). "Sap-sucking slugs". Accessed 12 January 2010.
  5. ↑ de Vries, Jan; Christa, Gregor; Gould, Sven B. (2014). "Plastid survival in the cytosol of animal cells". Trends in Plant Science. 19 (6): 347–350. doi:10.1016/j.tplants.2014.03.010. ISSN 1360-1385. PMID 24767983.
  6. ↑ These animals are also plants … wait, what? - Luka Seamus Wright, diakses tanggal 2024-01-04
  7. ↑ Händeler, K.; Grzymbowski, Y. P.; Krug, P. J.; Wägele, H. (2009). "Functional chloroplasts in metazoan cells - a unique evolutionary strategy in animal life". Frontiers in Zoology. 6: 28. doi:10.1186/1742-9994-6-28. PMC 2790442. PMID 19951407.
  8. ↑ Handeler, K.; Grzymbowski, Y. P.; Krug, P. J.; Wagele, H. (2009). "Functional chloroplasts in metazoan cells - a unique evolutionary strategy in animal life". Front Zool. 6 (1): 28. doi:10.1186/1742-9994-6-28. PMC 2790442. PMID 19951407.
  9. ↑ Barnes, Robert D. (1982). Invertebrate Zoology. Philadelphia, PA: Holt-Saunders International. hlm. 377. ISBN 0-03-056747-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan