Kamis, 01 Oktober 2026
11:31 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama

Sabellius

Pendeta dan Teolog Abad Ketiga

Bagikan:

Sabellius merupakan salah seorang Imam, Bidaah dan pengajar Kristen di Roma, sekitar tahun 215.[1] Ia mungkin seorang Libya dari Pentapolis.[1] Ia merupakan salah satu tokoh aliran teologi yang dikenal dengan nama modalisme monarkisme.[1][2] Dasar pemikiran dan pengajaran teologisnya ialah perihal hakikat Allah.[1][3] Menurutnya, Tuhan Allah adalah "Esa".[4] Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah "modalitas" atau cara menampakkan diri dari Allah yang Esa itu.[4] Ia tidak melihat pembedaan-pembedaan di dalam keallahan itu, sekalipun ia meyakini bahwa dalam perkembangan dunia, Allah mengambil bentuk-bentuk yang berbeda.[1] Dalam pemahamannya, ia meyakini bahwa Bapa menyatakan diri-Nya dalam Perjanjian Lama melalui pemberian Hukum Taurat.[1][4] Dalam Perjanjian Baru dan inkarnasi, Bapa menyatakan diriNya dalam bentuk Anak (Yesus Kristus).[1][4] Setelah kenaikan Yesus ke surga, Allah menampakkan diri dalam wujud Roh Kudus yang menghidupkan.[4]

Sabellius menggambarkan hubungan Trinitas dengan simbol matahari.[1] Menurutnya, Matahari itu ialah Allah Bapa, sinar Matahari adalah Allah Anak, dan panas Matahari adalah Roh Kudus.[1] Ia juga mengumpamakan Trinitas dengan simbol tubuh.[1] Dalam hal ini, Sabellius menggambarkan tubuh jasmani sebagai Allah Bapa, jiwa sebagai Anak, dan roh sebagai Roh Kudus.[1]

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Indonesia) F.D. Willem. 1987. Riwayat Hidup Singkat Tokoh-Tokoh Dalam Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 219
  2. ↑ (Inggris) H. Wayne House. 1992. Charts of Christian Theology & Doctrine. Grand Rapids: Zondervan Publishing House. Hlm. 44-46
  3. ↑ (Indonesia) Eka Darmaputera (ed). 1997. Konteks Berteologi di Indonesia: Buku Penghormatan Untuk HUT ke-70 Prof. Dr. P.D. Latuihamallo. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 297
  4. 1 2 3 4 5 (Indonesia) Nur Kholis Setiawan dan Djaka Soetapa (ed). 2010. Meniti Kalam Kerukunan Jilid 1: Beberapa Istilah Kunci Dalam Islam & Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 309
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan