Selasa, 03 November 2026
11:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Sa'ad bin Ubaid

Sa'ad bin Ubaid

Bagikan:
250px-Quba_Mosque_Full_Picture_%282024%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Quba Madinah.

Sa'ad bin 'Ubaid Al-Anshâri adalah Sahabat Nabi Muhammad dengan nasab lengkap Sa'ad bin 'Ubaid bin an-Nu'man bin Qaisy bin ‘Amru bin Zaid bin Umayyah al-Ausi al-Anshâri, yang dijuluki "Al-Qâri'." Dia masuk Islam di Madinah dan termasuk dari para penghafal al-Qur'an pada masa Rasulullah. Tidak ada seorang pun pada masa itu yang dijuluki "Al-Qâri' selain dia. Qatâdah mengatakan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, "Ada empat orang pada masa Rasulullah saw yang mengumpulkan al-Qur'an, mereka berasal dari kalangan Anshâr; Ubay bin Ka'ab, Mu'âdz bin Jabal, Zaid bin Tsâbit, dan Abû Zaid al-Qari'." (HR Bukhârî)[1]

Sa'ad bin 'Ubaid menjadi imam di Masjid Qubba' pada masa Nabi, Abû Bakar dan 'Umar. Sa'ad berjihad dan mengikuti beberapa peperangan. Ia berada di barisan depan tentara Muslimin pada perang Badar dan perang-perang lainnya di berbagai tempat. Ia berharap dapat memperoleh derajat mati syahid di jalan Allah.

Abu Ahmad al-'Askari mengatakan, "Tidak ada yang menghimpun al-Qur'an dari Aus, kecuali Sa'ad bin Ubaid." Ibnu Habib dalam kitabnya, al-Mahbar, mengatakan bahwa Sa'ad bin Ubaid adalah salah seorang dari mereka yang menghimpun al-Qur'an pada masa Nabi."[2]

Sa'ad al-Qâri' juga berada di barisan tentara Muslimin yang memerangi orang-orang murtad pada masa Abû Bakar ash-Shiddîq, kemudian ia juga ikut dalam perang Al-Qâdisiyah pada tahun 16 H bersama Sa'ad bin Abî Waqqâsh. Sebelumnya Sa'ad dikirim menghadap Nu'man bin Mundzir, pimpinan kota Hirrah di Persia, ia diminta bersujud, tetapi Sa'ad menolaknya sehingga ia diusir. Berikutnya pasukan muslimin berhasil menaklukkan kota Hirrah.[3]

Kematian

Al-Qâdasiyah adalah perang yang berlangsung di Negara Persia. Dalam perang tersebut kaum Muslimin dipimpin oleh Sa'ad bin Abî Waqqâsh dan tentara Persia dipimpin oleh Rustam. Pada saat itu jumlah kaum Muslimin yang ikut pertempuran mencapai delapan ribu, sedangkan tentara Persia jumlahnya mencapai enam puluh ribu orang.

Sebelum perang dimulai, Sa'ad berpidato di depan tentara Muslimin seraya berkata, "Sesungguhnya esok kita akan berjumpa musuh, dan esok kita akan mati syahid, maka jangan basuh darah kita dan jangan dikafankan kecuali dengan baju yang kita pakai."[1]

Sa'ad telah membuktikan kepada Tuhannya dalam perang tersebut. Ia membunuh dan berjihad hingga ia mati syahid. Pada perang itu kaum Muslimin menang dan melakukan penaklukan besar dalam sejarah Islam. Ketika itu Sa'ad berusia enam puluh empat tahun.

Referensi

  1. 1 2 Hakim, Manshur Abdul (2024-10-21). Agar Selamat Sampai di Surga Allah (dalam bahasa Melayu). Maghfirah Pustaka. hlm. 150. ISBN 9799792525839.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ al-Suyuthi, Imam Jaluddin. Al-Itqan fi Ulumil Qur’an: Samudra Ilmu-Ilmu al-Qur'an (dalam bahasa Melayu). DIVA PRESS. hlm. 277. ISBN 978-623-293-574-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Ali, Dr Jawwad (2019-10-24). Sejarah Arab Sebelum Islam 5: Politik, Hukum, dan Tata Pemerintahan. Pustaka Alvabet. hlm. 147. ISBN 978-602-6577-28-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan