Selasa, 29 September 2026
22:30 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia

Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia

Organisasi Buruh Indonesia (1946-1966)

Bagikan:
SOBSI
250px-Lambang_SOBSI.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berdiri29 November 1946
Tanggal pembubaran1966
Anggota2.732.909 (1960)
AfiliasiWFTU
Tokoh pentingHarjono, Setiadjit, Njono, Munir
NegaraIndonesia

Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) adalah konfederasi serikat pekerja terbesar di Indonesia pada dekade 1960-an, dengan keanggotaan organisasi serikat di sektor swasta, BUMN, dan birokrasi pemerintahan. Hingga 1957, terdapat sekitar 39 serikat buruh nasional dan lebih dari 800 serikat buruh lokal tergabung dalam SOBSI. Salah satu warisan SOBSI yang masih berlangsung sampai sekarang adalah kebijakan Tunjangan Hari Raya atau yang kemudian dikenal sebagai THR.[1] Pada awalnya SOBSI dibentuk dengan hubungan yang longgar dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan dengan anggota-anggota dari partai-partai lain, tetapi seiring berjalannya waktu, PKI menjadi dominan di dalam organisasi ini. Dengan diperkenalkannya Demokrasi Terpimpin oleh Presiden Soekarno pada akhir tahun 1950-an, SOBSI secara resmi diakui dan diberi tempat dalam struktur pengambilan keputusan nasional. Pada tahun 1960-an, SOBSI berkonflik dengan Angkatan Darat, yang para perwiranya mengendalikan perusahaan-perusahaan negara. Setelah kudeta tahun 1965 yang kemudian melahirkan rezim Orde Baru Soeharto, SOBSI dinyatakan ilegal, para anggotanya dibunuh dan dipenjara, serta sebagian besar pimpinannya dieksekusi.[2]

Sejarah

Pendirian

330px-SOBSI-congress-Malang-1947.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kongres SOBSI di Malang, 1947
330px-Pidato-blokzijl-speaking-at-1947-sobsi-meeting.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang anggota serikat buruh Belanda, Blokzijl, berpidato dalam sebuah pertemuan pada saat kongres tahun 1947

SOBSI didirikan di Jakarta pada tanggal 29 November 1946.[3][4] federasi serikat buruh pertama yang muncul setelah Perang Dunia II.[5] SOBSI mengadakan kongres nasional pertamanya di Malang 16-18 Mei, 1947.[6] sebuah konstitusi organisasi diadopsi, yang menyerukan pekerja untuk bersatu dan berjuang untuk menciptakan sebuah masyarakat yang sosialis.[7]

Sekitar 600-800 delegasi berpartisipasi dalam kongres Malang. Sebagian besar dari mereka berasal dari Jawa.[8] Salah satu delegasi mewakili Uni Demokrasi Indonesia dari Timor Barat.[9] Tamu asing di kongres Malang termasuk dua warga Australia, Ted Roach dan Mike Healy, dan dua anggota serikat buruh Belanda, Blokzijl (dari Eenheids Vakcentrale) dan RKN Vijlbrief.[8][10] J.G. Suurhof (dari Nederlands Verbond van Vakverenigingen) dan Kupers Evert, dalam kapasitasnya sebagai wakil ketua Federasi Serikat Pekerja Seluruh Dunia, menghadiri kongres juga. Rajkni Tomovic (Yugoslavia), Jean Lautissier (Prancis) dan Olga Tchetchekina (Rusia) dari Federasi Serikat Buruh Seluruh Dunia juga hadir.[11]

Pimpinan puncak organisasi yang baru terdiri dari Harjono sebagai ketua, wakil ketua Setiadjit (ketua Partai Buruh Indonesia dan Wakil Perdana Menteri kedua di kabinet Sjarifuddin) dan Sekretaris Jenderal Njono.[12][13]

Kongres Malang mendapat perhatian yang signifikan dari pers Belanda, baik di Belanda dan di Batavia. Pers Belanda berpendapat bahwa kongres SOBSI menunjukkan pengaruh komunis yang kuat dalam gerakan buruh di Indonesia.[6]

Setelah pembentukan SOBSI, GSBI serikat buruh pusat membubarkan diri dan para anggotanya bergabung dengan SOBSI.[4] SOBSI menjadi anggota dari koalisi Sajap Kiri, sebuah kelompok sayap kiri.[5] Setelah Sajap Kiri digantikan oleh Front Demokrasi Rakyat, SOBSI bergabung dengan front itu.[14][15]

Peristiwa Madiun

Hingga Peristiwa Madiun, pemberontakan komunis pada September 1948, SOBSI adalah kekuatan serikat buruh yang relevan di negara ini.[16] Ketika pemberontakan pecah di Madiun, beberapa pemimpin komunis SOBSI bergerak di bawah tanah.[17] Banyak pemimpin SOBSI dibunuh atau pergi ke pengasingan ketika pemberontakan kemudian hancur.[18] Ketua SOBSI Harjono dan ketua Sarbupri Maruto Darusman dipenjarakan setelah pemberontakan dan dibunuh oleh tentara Indonesia pada Desember 1948.[17] Kegiatan operasional SOBSI ditutup oleh tentara.[19] Sembilan belas dari 34 serikat pekerja afiliasi menarik diri dari SOBSI sebagai protes terhadap peran yang dimainkan oleh para pemimpin komunis dalam pemberontakan. Namun SOBSI tidak secara resmi dilarang, sebagai organisasi tidak begitu saja mendukung pemberontakan.[17]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) - Ensiklopedia". esi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2024-04-12.
  2. ↑ Hefner, Robert W. The Politics of Multiculturalism: Pluralism and Citizenship in Malaysia, Singapore, and Indonesia. Honolulu: Univ. of Hawai'i Press, 2001. p. 270
  3. ↑ Hindley, Donald. The Communist Party of Indonesia, 1951-1963. Berkeley: University of California Press, 1964. p. xvi
  4. 1 2 Wolf, Charles. The Indonesian Story, the Birth, Growth and Structure of the Indonesian Republic. New York: J. Day, 1948. p. 68
  5. 1 2 Glassburner, Bruce. The Economy of Indonesia: Selected Readings. Jakarta: Equinox Pub, 2007. p. 200
  6. 1 2 Wolf, Charles. The Indonesian Story, the Birth, Growth and Structure of the Indonesian Republic. New York: J. Day, 1948. p. 84
  7. ↑
  8. 1 2 Healy, Connie. Recollections of the 'Black Armada' in Brisbane
  9. ↑ Farram, S. Revolution, religion and magic; The PKI in West Timor, 1924-1966
  10. ↑ Wolf, Charles. The Indonesian Story, the Birth, Growth and Structure of the Indonesian Republic. New York: J. Day, 1948. p. 85
  11. ↑ "Recent Communist Activity in Indonesia", Archief van het Ministerie van Koloniën: Indisch Archief, Serie V, 1945-1950. The Hague: The Netherlands' National Archive
  12. ↑ Swift, Ann. The road to Madiun: the Indonesian communist uprising of 1948. Cornell Modern Indonesia Project publications, 69. 1989. p. 26
  13. ↑ Wolf, Charles. The Indonesian Story, the Birth, Growth and Structure of the Indonesian Republic. New York: J. Day, 1948. p. 102
  14. ↑ Kahin, George McTurnan. Nationalism and Revolution in Indonesia. Studies on Southeast Asia, 35. Ithaca, NY: Cornell Southeast Asia Program, 2003. p. 260
  15. ↑ Legge, J. D. Intellectuals and Nationalism in Indonesia: A Study of the Following Recruited by Sutan Sjahrir in Occupied Jakarta. Jakarta: Equinox Publishing, 2010. p. 159
  16. ↑ Hindley, Donald. The Communist Party of Indonesia, 1951-1963. Berkeley: University of California Press, 1964. p. 153
  17. 1 2 3 Hindley, Donald. The Communist Party of Indonesia, 1951-1963. Berkeley: University of California Press, 1964. pp. 21, 133
  18. ↑ Glassburner, Bruce. The Economy of Indonesia: Selected Readings. Jakarta: Equinox Pub, 2007. hlm. 201
  19. ↑ Swift, Ann. The road to Madiun: the Indonesian communist uprising of 1948. Cornell Modern Indonesia Project publications, 69. 1989. p. 126
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai SOBSI.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan