Minggu, 01 November 2026
12:09 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
SMA Negeri 1 Mertoyudan

SMA Negeri 1 Mertoyudan

sekolah menengah atas di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Bagikan:
Untuk artikel tentang kecamatan setempat, lihat Mertoyudan, Magelang.
SMA Negeri 1 Mertoyudan
Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Mertoyudan
SMANTID.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=SMA_Negeri_1_Mertoyudan&revid=28471039&groups=_17432f6ee174e46686e52ad6aa471a8869395391&parser=parsoid
Informasi
Didirikan1978
JenisSekolah Standar Nasional
AkreditasiA
Kepala SekolahSlamet Suprihanto, S.Pd, M.Pd
Jumlah kelas9 kelas setiap tingkat
Jurusan atau peminatanIPA, dan IPS
Rentang kelasX IPA, XIPS, XI IPA, XI IPS, XII IPA, XII IPS
KurikulumKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Jumlah siswa700-an siswa (32 siswa per kelas)
StatusNegeri
‎NEM terendah28,25
NEM tertinggi36,00
Nilai masuk rata-rata30,15
Alamat
LokasiJalan Pramuka 49 Perumahan Panca Arga I Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Tel./Faks.(0293) 363490
Moto
MotoBepacu dalam mutu, luhur dalam budi pekerti

SMA Negeri 1 Mertoyudan atau lebih dikenal sebagai SMA Negeri Tidar adalah satu dari 11 SMA Negeri di Kabupaten Magelang yang terletak di kecamatan Mertoyudan.

Sejarah

SMA Negeri 1 Mertoyudan didirikan atas prakarsa Gubernur Akademi Militer (Mayjen Sarwo Edhie Wibowo) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Magelang (Drs. Achmad) pada Tahun 1971. Guru-guru yang mengampu sekolah diambil dari dosen-dosen Akademi Militer dan Pegawai Pemda Kabupaten Magelang yang mempunyai latar belakang pendidikan keguruan. Oleh karena itu, maka jam sekolah masuk pada siang hari. Selama fasilitas sekolah belum terpenuhi, kegiatan belajar mengajar meminjam tempat di SMP Ahmad Yani, dan untuk praktikum meminjam peralatan dari Akademi Militer Magelang. Untuk selanjutnya dibangun gedung sebanyak 6 kelas dan Ruang KS. R. Guru berada di tempat yang sekarang ini berdiri SMA Negeri 1 Mertoyudan.

Pada awalnya, SMA Negeri 1 Mertoyudan menampung lulusan SMP/MTS yang tidak diterima di 5 SMA Negeri di Kota Magelang atau SMA Negeri pilihan di Kabupaten Magelang seperti SMA Negeri 1 Kota Mungkid dan SMA Negeri 1 Muntilan. Namun, dalam perkembangannya, ternyata banyak lulusan SMP/MTS yang masuk ke SMA Tidar, sehingga para pengampu tidak mampu untuk tetap mempertahankan status swasta, karena mempunyai tugas pokok di Akademi Militer sebagai dosen atau pegawai lainnya. Sehingga Gubernur Akademi Militer mengambil kebijakan untuk mengusulkan SMA Tidar menjadi sekolah negeri. Pada tahun 1978 SMA Tidar resmi menjadi sekolah negeri dengan nama SMA Negeri Tidar, dan setelah menjadi sekolah negeri secara berangsur-angsur para pengampu yang semula dari dosen Akademi Militer digantikan dengan guru-guru dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, demikian pula gedungnya yang semula hanya mempunyai 6 kelas secara bertahap dibangun kelas-kelas baru dan ruang-ruang lainnya, sehingga fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dapat terpenuhi. Dan sesuai dengan perkembangan di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang kemudian berubah menjadi Departemen Pendidikan nasional, SMA Negeri Tidar berubah namanya menjadi SMU Negeri Tidar, kemudian menjadi SMU Negeri 1 Mertoyudan dan terakhir diubah lagi menjadi SMA Negeri 1 Mertoyudan.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan