Kamis, 08 Oktober 2026
05:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
SMA Negeri 1 Bukittinggi

SMA Negeri 1 Bukittinggi

sekolah menengah atas di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "SMA Negeri 1 Bukittinggi" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
SMA Negeri 1 Bukittinggi
250px-Logo_SMAN_1_Bukittinggi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=SMA_Negeri_1_Bukittinggi&revid=29858661&groups=_eb53ec3b3f030adce3f922f5824dbe5c7df04601&parser=parsoid
Informasi
Didirikan23 Juli 1959
JenisNegeri
AkreditasiA[1]
Nomor Pokok Sekolah Nasional10307523[2]
Kepala SekolahDra. Silfa Dusun, M.Pd
Jumlah kelas33 kelas
Jurusan atau peminatanMIA dan IIS
Rentang kelasX MIA, X IIS; XI MIA, XI IIS; XII MIA, XII IIS
KurikulumKurikulum 2013
StatusDiakui
Alamat
LokasiJl. Syekh M. Jamil Jambek No. 36, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia
Tel./Faks.+62752 22549 - 626202
Situs webwww.sman1bukittinggi.sch.id
Moto

SMA Negeri 1 Bukittinggi adalah sekolah menengah atas berstatus negeri tertua di Kota Bukittinggi. Sekolah ini terletak di Jalan Syekh M. Jamil Jambek No. 36, Kelurahan Pakan Kurai, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukitinggi, Sumatera Barat. Sekolah ini sempat berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang dimulai sejak tahun 2006 dan termasuk 5 R-SMABI pertama di Indonesia.

Sejarah


330px-SMA_N_1_UNGGUL_BUKITTINGGI_TAMPAK_DEPAN.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SMA Negeri 1 Unggul Bukittinggi tampak dari depan Gedung Induk.

SMA Negeri 1 Bukittinggi berasal dari pecahan SMA Negeri ABC Bukittinggi yang didirikan di Birugo pada tahun 1856 bertepatan pada masa-masa awal Kebangkitan Nasional yang pada masa itu pendidikan adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sekolah ini berdiri atas prakarsa dr. A. Roesma.

Pada saat Agresi Militer Belanda II, sekitar tahun 1949, SMA Negeri ABC Bukittinggi terpaksa dibubarkan, sebab pada saat itu sebagian guru dan siswanya terpaksa mengungsi ke daerah pedalaman. Meskipun begitu, pemerintah kolonial tetap membenarkan pendirian sekolah menengah secara terbatas yang pada saat itu dipimpin oleh Jaka Dt. Sati dan dibantu beberapa orang guru yang pada saat itu tidak ikut mengungsi.

Setelah penyerahan kedaulatan terhadap negara Republik Indonesia, sejarah SMA Negeri ABC Bukittinggi kembali berlanjut di bawah kepemimpinan A. Manan St. Panghulu. Tenaga pendidik sekolah itu sendiri merupakan gabungan antara tenaga pendidik yang berasal dari luar kota (Guru Republik) ditambah dengan guru-guru yang menetap di Kota Bukittinggi (Guru Federal). Peserta didik SMA Negeri ABC Bukittinggi umumnya berasal dari seluruh daerah yang ada di Sumatra Tengah. Sesudah kepemimpinan A. Manan St Panghulu, terjadi beberapa kali pertukaran pimpinan sekolah, diantaranya M. Nazir St. Mudo, yang sebelumnya merupakan mantan Direktur SMA Negeri B Yogyakarta. Pada masa kepemimpinan nya, perkembangan murid-murid SMA Negeri ABC Bukittinggi mulai mengalami peningkatan, dengan jumlah kelas seluruhnya 16 buah. Bahkan pada saat itu, banyak siswa tamatan SMP dari seluruh Sumatra Tengah tidak dapat tertampung lagi di SMA Negeri ABC Bukittinggi.

Sesudah kepemimpinan M. Nazir St. Mudo, jabatan kepala sekolah dilanjutkan oleh Sabirin St. Rajo Ameh. Pada masa pemerintahan dia, SMA Negeri ABC Bukittinggi, dibagi menjadi dua, yaitu SMA Negeri IB serta SMA Negeri II/AC, Bukittinggi. Di mana ketika itu SMA Negeri IB yang dipimpin oleh Bais St. Sinaro, sementara SMA Negeri II/AC dipimpin oleh Adam Saleh.

Pada awalnya, seluruh kegiatan SMA Negeri ABC Bukittinggi dipusatkan di Birugo, yaitu bekas gedung Sekolah Raja (Kweekschool) serta Sekolah Negeri (Prifaatschool), yang ketika itu masih ditempati oleh SMA 2 dan SMA 3 Bukittinggi. Pada tahun 1957, Pemerintah Pusat Bukittinggi kemudian memutuskan untuk memindahkan SMA Negeri IB. Sejarah sekolah ini dimulai dengan pembangunan Gedung Induk berlantai tiga pada tahun 1957 di sebuah daerah pertanian yang sejuk, yang di dalam bahasa Belanda disebut Landbouw yang juga berarti pertanian. Biaya pembangunan fisik gedung seluruhnya merupakan hasil dari harta rampasan perang Belanda dan Jepang yang pada saat itu masih menjajah Indonesia. Pembangunan gedung baru rampung tiga tahun kemudian yaitu pada tahun 1959 ditandai dengan peresmian dan penggunaan gedung baru pada tanggal 23 Juli 1959.

Pada tahun 2006, sekolah ini mendapat status baru sebagai Rintisan Sekolah Berstandar Internasional dan merupakan 5 R-SMABI pertama di Indonesia.

Pada tahun 2013, berdasarkan keputusan Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah Sumatera Barat (BAP-SM SUMBAR) No. 1145/BAP-SM/LL/XII/2013, SMA Negeri 1 Bukittinggi berhasil memperolah Nilai Akhir Akreditasi Sekolah Tertinggi di Provinsi Sumatera Barat dengan nilai 93.70 (Amat Baik). Penilaian ini diukur dari delapan komponen penilaian, yaitu: isi, proses, lulusan, tenaga pendidik, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian.[1]

Pada tanggal 9 Desember 2014, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga dibawah naungan Pemerintah Daerah menetapkan sekolah ini sebagai Sekolah Unggul jenjang sekolah menengah tingkat atas.[3]

Pada tahun 2015, sekolah ini mendapatkan predikat sebagai Sekolah Berintegritas Ujian Nasional dengan nilai Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) sekolah menengah atas tertinggi di Provinsi Sumatera Barat.[4][5]

Akreditasi

  • Nilai Akreditasi: 93.70[1]
  • Peringkat Akreditasi: A (Amat Baik)
  • Tanggal Penetapan: 21 Desember 2013

Prestasi

Dalam perjalanannya, SMA Negeri 1 Bukittinggi mampu mengukir banyak prestasi baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Bidang Akademik

NoKategoriHasilTingkat
1Rata-rata NEM tahun 1996 s/d 2000Peringkat 1 Sumatera Barat
2Rata-rata NEM tahun 2009-2010Peringkat 1Sumatera Barat
3English Competition DebatePeringkat 1Sumatera Barat
4Olimpiade ICHOPeringkat 5Nasional
5Lomba Poster Lingkungan Hidup tahun 1989Juara 1SMA se-Sumatera Barat
6Lomba Grafiti Lingkungan Hidup tahun 1989Juara 1SMA se-Sumatera Barat

Bidang Non-akademik

NoPerlombaanHasilTingkat
1Lomba Basket BallPeringkat 3Sumatra

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan