Kamis, 22 Oktober 2026
03:33 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Sistem Kabel Batam-Dumai-Malaka

Sistem Kabel Batam-Dumai-Malaka

Bagikan:
330px-Skkl_bdm.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta kabel komunikasi bawah laut Batam-Dumai-Malaka.

Sistem Kabel Batam Dumai Malaka (BDM) atau (bahasa Inggris: Dumai Melaca Cable System) adalah kabel komunikasi bawah laut sepanjang 400 km yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia.[1] Hubungan dari kedua negara ini berasal dari dua rute, Malaka-Batam dan Malaka-Dumai.[1] Kabel ini dibuat atas inisiatif tiga perusahaan yaitu Telekom Malaysia Berhad (TM), Mora Telematika, dan XL Axiata.[1] Kapasitas bawaan yang dimiiki kabel ini sebesar 1.28 terabit per detik.[2] Mulai dikerjakan pada 17 Februari 2005, pengerjaan SKKL ini selesai pada tahun 2011.[1][2]

Spesifikasi

Spesifikasi Keterangan
Sistem Kabel Batam-Dumai-Melaka Cable System, atau kabel sistem BDM
Panjang kabel 400 km
Kapasitas bawaan 1.28 Tbps

2 kabel fiber, masing-masing berkapasitas 64x10 Gbps DWDM

Waktu siap digunakan 2011
Tipe investasi Konsorsium (nilai awal US$ 500 million)
Pemilik Telekom Malaysia Berhad (TM), PT XL Axiata Tbk, dan PT Mora Telematika
Stasiun Batam, Indonesia, PT XL Axiata TBK

Dumai, Indonesia, PT XL Axiata TBK

Malaka, Malaysia, TM

Vendor Huawei Marine

Rujukan

  1. 1 2 3 4 (Inggris) Submarine Networks. "BDM Cable System".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. 1 2 (Inggris) ASEAN Cable Ship. "Dumai Melaka Cable System".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan