Jumat, 16 Oktober 2026
19:27 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
SARS-CoV-1

SARS-CoV-1

galur virus penyakit SARS

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang jenis virus yang menyebabkan SARS. Untuk jenis yang menyebabkan COVID-19, lihat SARS-CoV-2. Untuk spesies yang memiliki kedua strain tersebut, lihat Koronavirus terkait sindrom pernapasan akut yang berat.
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 1
250px-SARS_virion.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mikrograf elektron virion SARS
Klasifikasi virus Sunting klasifikasi ini
(tanpa takson): Virus
Dunia: Riboviria
Kerajaan: Orthornavirae
Filum: Pisuviricota
Kelas: Pisoniviricetes
Ordo: Nidovirales
Famili: Coronaviridae
Genus: Betacoronavirus
Subgenus: Sarbecovirus
Spesies:
Virus:
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 1
Sinonim
  • SARS coronavirus
  • SARS-related coronavirus
  • Severe acute respiratory syndrome coronavirus[1]

SARS-CoV-1, disebut juga sebagai Koronavirus sindrom pernapasan akut berat, SARS-CoV, dan SARSr-CoV (Severe acute respiratory syndrome-related coronavirus) adalah virus yang menyebabkan sindrom pernapasan akut berat (SARS).[2] Pada 16 April 2003, setelah berjangkitnya SARS di Asia dan kasus sekunder di tempat lainnya di dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan siaran pers yang menyatakan bahwa koronavirus yang diidentifikasi oleh sejumlah laboratorium, adalah sebagai penyebab resmi SARS. Sampel virus tersebut disimpan di laboratorium Kota New York, San Francisco, Manila, Hong Kong, dan Toronto

Pada 12 April 2003, para ilmuwan yang bekerja di Pusat Sains Genom Michael Smith di Vancouver selesai memetakan urutan genetik virus korona yang diyakini terkait dengan SARS. Tim ini dipimpin oleh Dr. Marco Marra, berkolaborasi dengan Pusat Pengendalian Penyakit dan Laboratorium Mikrobiologi Nasional British Columbia di Winnipeg, Manitoba, menggunakan sampel dari pasien yang terinfeksi di Toronto. Peta tersebut, dipuji oleh WHO sebagai langkah maju yang penting dalam memerangi SARS, dibagikan kepada para ilmuwan di seluruh dunia melalui situs web GSC. Dr. Donald Low dari Rumah Sakit Mount Sinai di Toronto menggambarkan penemuan tersebut dibuat dengan "kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya".[3] Sejak itu urutan koronavirus SARS telah dikonfirmasi oleh kelompok independen lainnya.

Koronavirus SARS adalah salah satu dari beberapa virus yang diidentifikasi oleh WHO sebagai kemungkinan penyebab epidemi di masa depan setelah epidemi Ebola, sehingga diperlukan penelitian dan pengembangan secepatnya, sebelum dan selama epidemi terhadap tes diagnostik, vaksin, dan obat-obatan.[4][5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "ICTV Taxonomy history: Severe acute respiratory syndrome-related coronavirus". International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Januari 2019.
  2. ↑ Thiel V (editor). (2007). Coronaviruses: Molecular and Cellular Biology (Edisi 1st). Caister Academic Press. ISBN 978-1-904455-16-5.{{cite book}}: |author= memiliki nama generik
  3. ↑ "B.C. lab cracks suspected SARS code". CBCNews, Canada. April 2003. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2007-11-26.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Kieny, Marie-Paule. "After Ebola, a Blueprint Emerges to Jump-Start R&D". Scientific American Blog Network. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Desember 2016. Diakses tanggal 13 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "LIST OF PATHOGENS". World Health Organization. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Desember 2016. Diakses tanggal 13 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan