Rabu, 21 Oktober 2026
20:18 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Ruth Fulton Benedict

Ruth Fulton Benedict

antropolog asal Amerika Serikat

Bagikan:
250px-Ruth_Benedict.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ruth Fulton Benedict

Ruth Fulton Benedict (lahir 5 Juni 1887 di New York, Amerika Serikat - meninggal 17 September 1948 di New York pada umur 61 tahun) adalah seorang antropolog berkebangsaan Amerika yang menciptakan teori yang memiliki pengaruh besar pada antropologi budaya, khususnya di bidang budaya dan kepribadian.[1] Secara luas, ia dikenal melalui bukunya yang berjudul Patterns of Culture (1934).[2]

Benedict lulus dari Perguruan Tinggi Vassar pada tahun 1909, kemudian ia tinggal di Eropa selama satu tahun.[1] Sepulang dari Eropa, ia menetap di California, dan di sana ia mengajar di sekolah-sekolah perempuan.[1] Selanjutnya, pada tahun 1914 Benedict kembali lagi ke New York.[1] Pada musim gugur tahun 1919, Benedict terdaftar di sebuah sekolah baru untuk Penelitian Sosial dan mengambil dua jurusan antropologi.[2] Menurutnya, mempelajari antropologi adalah supaya dapat memahami konflik yang terjadi pada antar negara.[2] Salah satu guru Benedict ialah Elsie Clews Parsons, yang kemudian menyarankannya agar menjadi seorang antropolog.[2]

Gurunya tersebut memperkenalkan Benediktus kepada Franz Boas dari Universitas Columbia, di mana ia juga bertemu dengan Margaret Mead dan Edward Sapir di sana.[2] Di Columbia, Benedict melakukan penelitian lapangan terhadap beberapa suku, seperti suku Indian Serrano (1922), Zuni Pueblo (1924), dan kemudian Apache (1931), dan Blackfoot India (1939).[2]

Referensi

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi mengenai ilmuwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan