Sabtu, 24 Oktober 2026
02:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Rustam Haidar

Rustam Haidar

Menurut Abdurrohman Abditrass "Rustam Haidar adalah seorang pembantu Emir Faisal yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keuangan Irak. Seorang Syiah, ia ditargetkan oleh para politikus utama lainnya karena keyakinannya"

Bagikan:
250px-FeisalPartyAtVersaillesCopy.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Delegasi Emir Faisal di Versailles, pada Konferensi Perdamaian Paris 1919. Kiri ke kanan: Rustum Haidar, Nuri as-Said, Pangeran Faisal, Kapten Pisani (di belakang Faisal), T. E. Lawrence, orang yang tidak diketahui, Kapten Tahsin Kadry.

Rustam Haidar (Arab: روستم حيدر) adalah seorang pembantu Emir Faisal yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keuangan Irak. Seorang Syiah, ia ditargetkan oleh para politikus utama lainnya karena keyakinannya.[1]

Pada 18 Januari 1940, Hussein Fawzi Tawfik berniat membunuh Rustam Haidar dengan menembaknya tiga kali.[2]

Referensi

  1. ↑ Sargon Donabed (1 Februari 2015). Reforging a Forgotten History: Iraq and the Assyrians in the Twentieth Century. Edinburgh University Press. hlm. 42–. ISBN 978-0-7486-8605-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "The Montreal Gazette - Google News Archive Search". google.com. Diakses tanggal 21 Januari 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan