Minggu, 25 Oktober 2026
14:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Rushdy Hoesein

Rushdy Hoesein

Bagikan:
Rushdy Hoesein Alaydrus
250px-Rushdy_Hoesein_-_foto_karya_Oscar_Matuloh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Rushdy Hoesein

4 Juni 1945 (umur 81)
AlmamaterUniversitas Indonesia
PekerjaanSejarawan
Situs webhttp://www.komunitashistoria.com

Dr. dr. Rushdy bin Hoesein bin Umar Alaydrus, M.Hum. (lahir 4 Juni 1945) adalah sejarawan Indonesia[1] yang keturunan Arab-Indonesia Golongan Alawiyyin marga Alaydrus. Ia masih ada hubungan keluarga dengan Habib Husain bin Abu Bakar Alaydrus atau Habib Luar Batang.[2] Sejak ia masuk dalam dunia sejarah, ia aktif menjadi narasumber dan pembicara di berbagai kesempatan dan sering kali muncul dalam televisi atau media cetak/online. Beliau sangat aktif menulis, baik di laman Facebooknya mau di blog buatannya sendiri yang diberi nama Sejarah Kita. Saat ini ia aktif sebagai ketua dewan pembina pada komunitas sejarah terbesar di Indonesia yaitu Komunitas Historia Indonesia (KHI).

Riwayat Pendidikan

Setelah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Rushdy Hoesein dilantik sebagai dokter umum pada awal 1973. Tahun 1990, ia mengikuti pendidikan pascasarjana pada Bagian Farmakologi FK UI. Pada tahun 2000–2003, ia mengikuti program S-2 Ilmu Sejarah pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI).[3] Pada 2004, ia mengikuti program S-3 Ilmu Sejarah di FIB UI dan lulus pada 2009.[4]

Riwayat Aktivitas

Tahun 2003, bersama Ali Alatas, Frans Seda, Harjono (mantan Duta Besar RI untuk Portugal), Urip Santoso, Hafas, dan Jimy mendirikan Asosiasi Persahabatan dan Kerjasama Indonesia Portugal. Tahun 2007 mendirikan Perhimpunan Sejarah Kedokteran Indonesia.[5] Kemudian aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan kesejarahan yang diselenggarakan oleh Komunitas Historia Indonesia (KHI) hingga pada akhirnya bergabung menjadi pembina sejak tahun itu.[6] Kiprahnya dalam dunia sejarah terbukti memperkuat eksistensi Komunitas Historia Indonesia (KHI) yang didirikan oleh Asep Kambali pada tahun 2003 itu.

Karya

Sebagai sejarawan yang fokus pada persoalan-persoalan sejarah kontemporer, Rushdy Hoesein menerbitkan buku yang berjudul 'Terobosan Sukarno dalam Perundingan Linggarjati' pada tahun 2014 yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas.[7]

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan