Kamis, 05 November 2026
03:34 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Rumus enam faktor

formula yang digunakan dalam rekayasa nuklir untuk menentukan perkalian reaksi berantai nuklir dalam media yang tidak tak terbatas

Bagikan:

Rumus enam-faktor atau Formula enam-faktor adalah formula yang digunakan dalam rekayasa nuklir untuk menentukan perkalian reaksi berantai dalam medium yang tak terbatas.

Rumus enam-faktor: k = η f p ε P F N L P T N L = k ∞ P F N L P T N L {\displaystyle k=\eta fp\varepsilon P_{FNL}P_{TNL}=k_{\infty }P_{FNL}P_{TNL}} {\displaystyle k=\eta fp\varepsilon P_{FNL}P_{TNL}=k_{\infty }P_{FNL}P_{TNL}}[1]
Simbol Nama Arti Rumus Nilai reaktor termal tipikal
η {\displaystyle \eta } {\displaystyle \eta } Faktor fisi termal (eta) neutron yang dihasilkan dari fisipenyerapan dalam bahan bakar isotop η = ν σ f F σ a F = ν Σ f F Σ a F {\displaystyle \eta ={\frac {\nu \sigma _{f}^{F}}{\sigma _{a}^{F}}}={\frac {\nu \Sigma _{f}^{F}}{\Sigma _{a}^{F}}}} {\displaystyle \eta ={\frac {\nu \sigma _{f}^{F}}{\sigma _{a}^{F}}}={\frac {\nu \Sigma _{f}^{F}}{\Sigma _{a}^{F}}}} 1.65
f {\displaystyle f} {\displaystyle f} Faktor utilisasi termal neutron yang diserap oleh bahan bahan bakar isotopneutron yang diserap di mana pun f = Σ a F Σ a {\displaystyle f={\frac {\Sigma _{a}^{F}}{\Sigma _{a}}}} {\displaystyle f={\frac {\Sigma _{a}^{F}}{\Sigma _{a}}}} 0.71
p {\displaystyle p} {\displaystyle p} Probabilitas resonansi lepas fisi neutron diperlambat menjadi energi termal tanpa penyerapantotal fisi neutron p ≈ e x p ( − ∑ i = 1 N N i I r , A , i ( ξ ¯ Σ p ) m o d ) {\displaystyle p\approx \mathrm {exp} \left(-{\frac {\sum \limits _{i=1}^{N}N_{i}I_{r,A,i}}{\left({\overline {\xi }}\Sigma _{p}\right)_{mod}}}\right)} {\displaystyle p\approx \mathrm {exp} \left(-{\frac {\sum \limits _{i=1}^{N}N_{i}I_{r,A,i}}{\left({\overline {\xi }}\Sigma _{p}\right)_{mod}}}\right)} 0.87
ε {\displaystyle \varepsilon } {\displaystyle \varepsilon } Faktor fisi cepat (epsilon) Jumlah neutron fisiJumlah neutron fisi hanya dari fisi termal ε ≈ 1 + 1 − p p u f ν f P F A F f ν t P T A F P T N L {\displaystyle \varepsilon \approx 1+{\frac {1-p}{p}}{\frac {u_{f}\nu _{f}P_{FAF}}{f\nu _{t}P_{TAF}P_{TNL}}}} {\displaystyle \varepsilon \approx 1+{\frac {1-p}{p}}{\frac {u_{f}\nu _{f}P_{FAF}}{f\nu _{t}P_{TAF}P_{TNL}}}} 1.02
P F N L {\displaystyle P_{FNL}} {\displaystyle P_{FNL}} Probabilitas non-kebocoran cepat Jumlah neutron cepat yang bocor dari reaktorJumlah neutron cepat yang dihasilkan dari seluruh fisi P F N L ≈ e x p ( − B g 2 τ t h ) {\displaystyle P_{FNL}\approx \mathrm {exp} \left(-{B_{g}}^{2}\tau _{th}\right)} {\displaystyle P_{FNL}\approx \mathrm {exp} \left(-{B_{g}}^{2}\tau _{th}\right)} 0.97
P T N L {\displaystyle P_{TNL}} {\displaystyle P_{TNL}} Probabilitas non-kebocoran termal Jumlah neutron termal yang bocor dari reaktorJumlah neutron termal yang dihasilkan dari seluruh fisi P T N L ≈ 1 1 + L t h 2 B g 2 {\displaystyle P_{TNL}\approx {\frac {1}{1+{L_{th}}^{2}{B_{g}}^{2}}}} {\displaystyle P_{TNL}\approx {\frac {1}{1+{L_{th}}^{2}{B_{g}}^{2}}}} 0.99

Simbol-simbol tersebut didefinisikan sebagai:[2]

  • ν {\displaystyle \nu } {\displaystyle \nu }, ν f {\displaystyle \nu _{f}} {\displaystyle \nu _{f}} dan ν t {\displaystyle \nu _{t}} {\displaystyle \nu _{t}} adalah jumlah rata-rata neutron yang dihasilkan per fisi dalam medium (2.43 untuk uranium-235).
  • σ f F {\displaystyle \sigma _{f}^{F}} {\displaystyle \sigma _{f}^{F}} dan σ a F {\displaystyle \sigma _{a}^{F}} {\displaystyle \sigma _{a}^{F}} masing-masing adalah penampang melintang fisi mikroskopik dan absorpsi untuk bahan bakar.
  • Σ a F {\displaystyle \Sigma _{a}^{F}} {\displaystyle \Sigma _{a}^{F}} and Σ a {\displaystyle \Sigma _{a}} {\displaystyle \Sigma _{a}} masing-masing adalah total absorpsi penampang melintang makroskopik dalam bahan bakar.
  • Σ f F {\displaystyle \Sigma _{f}^{F}} {\displaystyle \Sigma _{f}^{F}} adalah penampang melintang fisi makroskopik.
  • N i {\displaystyle N_{i}} {\displaystyle N_{i}} adalah jumlah kepadatan atom dari nuklida spesifik.
  • I r , A , i {\displaystyle I_{r,A,i}} {\displaystyle I_{r,A,i}} adalah resonansi integral untuk absorpsi dari nuklida spesifik.
    • I r , A , i = ∫ E t h E 0 d E ′ Σ p m o d Σ t ( E ′ ) σ a i ( E ′ ) E ′ {\displaystyle I_{r,A,i}=\int _{E_{th}}^{E_{0}}dE'{\frac {\Sigma _{p}^{mod}}{\Sigma _{t}(E')}}{\frac {\sigma _{a}^{i}(E')}{E'}}} {\displaystyle I_{r,A,i}=\int _{E_{th}}^{E_{0}}dE'{\frac {\Sigma _{p}^{mod}}{\Sigma _{t}(E')}}{\frac {\sigma _{a}^{i}(E')}{E'}}}
  • ξ ¯ {\displaystyle {\overline {\xi }}} {\displaystyle {\overline {\xi }}} adalah perolehan letargi per kejadian penyebaran.
    • Letargi didefinisikan sebagai pengurangan dalam energi neutron.
  • u f {\displaystyle u_{f}} {\displaystyle u_{f}} (utilisasi cepat) adalah probabilitas dari neutron cepat yang diserap dalam bahan bakar.
  • P F A F {\displaystyle P_{FAF}} {\displaystyle P_{FAF}} adalah probabilitas neutron cepat yang diserap bahan bakar menyebabkan fisi.
  • P T A F {\displaystyle P_{TAF}} {\displaystyle P_{TAF}} adalah probabilitas neutron termal yang diserap bahan bakar menyebabkan fisi.
  • B g 2 {\displaystyle {B_{g}}^{2}} {\displaystyle {B_{g}}^{2}} adalah lekukan geometrik.
    • Lekukan geometrik adalah ukuran perbedaan antara jumlah neutron yang diproduksi dengan jumlah neutron yang diserap.
  • L t h 2 {\displaystyle {L_{th}}^{2}} {\displaystyle {L_{th}}^{2}} adalah panjang difusi dari neutron termal.
    • L t h 2 = D Σ a , t h {\displaystyle {L_{th}}^{2}={\frac {D}{\Sigma _{a,th}}}} {\displaystyle {L_{th}}^{2}={\frac {D}{\Sigma _{a,th}}}}
  • τ t h {\displaystyle \tau _{th}} {\displaystyle \tau _{th}} adalah masa usia termal.
    • τ = ∫ E t h E ′ d E ″ 1 E ″ D ( E ″ ) ξ ¯ [ D ( E ″ ) B g 2 + Σ t ( E ′ ) ] {\displaystyle \tau =\int _{E_{th}}^{E'}dE''{\frac {1}{E''}}{\frac {D(E'')}{{\overline {\xi }}\left[D(E''){B_{g}}^{2}+\Sigma _{t}(E')\right]}}} {\displaystyle \tau =\int _{E_{th}}^{E'}dE''{\frac {1}{E''}}{\frac {D(E'')}{{\overline {\xi }}\left[D(E''){B_{g}}^{2}+\Sigma _{t}(E')\right]}}}
    • τ t h {\displaystyle \tau _{th}} {\displaystyle \tau _{th}} adalah evaluasi dari τ {\displaystyle \tau } {\displaystyle \tau } di mana E ′ {\displaystyle E'} {\displaystyle E'} adalah energi dari neutron pada saat kemunculannya.

Perkalian

  • Jika k lebih besar dari 1, reaksi berantai bersifat superkritis dan populasi neutron akan tumbuh secara eksponensial.
  • Jika k kurang dari 1, reaksi berantai bersifat subkritis dan populasi neutron akan meluruh secara eksponensial.
  • Jika k = 1, reaksi berantai bersifat kritis dan populasi neutron akan tetap konstan.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Duderstadt, James; Hamilton, Louis (1976). Nuclear Reactor Analysis. John Wiley & Sons, Inc. ISBN 0-471-22363-8.
  2. ↑ Adams, Marvin L. (2009). Introduction to Nuclear Reactor Theory. Texas A&M University.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan