Jumat, 30 Oktober 2026
17:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Rumpu rampe

hidangan sayur khas Nusa Tenggara Timur

Bagikan:
Rumpu Rampe
JenisTumis sayur
SajianMakanan pelengkap
Tempat asalIndonesia
DaerahNusa Tenggara Timur
Suhu penyajianPanas atau hangat
Bahan utamaDaun pepaya, bunga pepaya, buah pepaya muda, daun kelor, daun singkong, jantung pisang

Rumpu Rampe merupakan salah satu jenis makanan khas dari Nusa Tenggara Timur. Makanan ini terbuat dari bunga pepaya, daun kelor, buah pepaya muda, daun pepaya, daun singkong, serta jantung pisang. Sekarang ini rumpu rampe juga sering dipadukan dengan kangkung, daging se'i, udang, dan ikan teri.[1]

Asal Mula

Nama rumpu rampe berasal dari bahasa Flores yang berarti ramai atau beragam. Arti ini menggambarkan komposisi sayurnya yang beraneka macam. Di dalam hidangan ini, berbagai jenis sayuran bercita rasa pahit dan tidak pahit dicampur menjadi satu, menciptakan sebuah hidangan yang kaya rasa sesuai dengan arti namanya.[2] Biaaanya, Rumpu Rampe dimakaan bersama dengan jagung bose, salah satu makanan tradisional Nusa Tenggara Timur.[3]

Pada awalnya, rumpu rampe hanyalah hidangan rumahan sehari-hari bagi masyarakat lokal di Flores. Namun, karena cita rasanya yang khas, posisi makanan ini mulai bergeser. Kini, rumpu rampe tidak lagi sekadar menu harian di dapur warga, melainkan telah naik kelas menjadi hidangan pilihan dalam acara-acara formal dan pesta mewah di hotel maupun gedung pertemuan.[2] Saat pesta, rumpu rampe biasanya juga disajikan dengan beberapa variasi, seeprti menambahkan ikan bakar atau daging se’i khas NTT yang menjadikan hidangan ini semakin istimewa.[4]

Produk Budaya

Sebagai produk budaya, Rumpu Rampe tidak sekadar berfungsi sebagai pemenuh kebutuhan pangan, melainkan representasi dari nilai kolektivitas dan kebersamaan masyarakat. Hidangan ini memegang peranan penting dalam ruang sosial, seperti ritual adat pernikahan dan pertemuan keluarga, yang berfungsi memperkuat ikatan emosional. Selain itu, Rumpu Rampe merefleksikan kearifan lokal masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beradaptasi dan memanfaatkan ekosistem alam secara bijaksana. Oleh karena itu, memakan rumpu rampe bukan hanya untuk menikmati rasa, melainkan sebuah bentuk perilaku budaya untuk merawat memori kolektif dan melestarikan warisan tradisi lintas generasi.[5]

Manfaat Kesehatan

Hidangan rumpu rampe mencerminkan kearifan lokal masyarakat NTT dalam mengolah tanaman di sekitar mereka menjadi sajian yang tidak hanya nikmat, tetapi juga memberi manfaat kesehatan:[5]

  • Kaya serat

Kandungan serat yang tinggi dari penggunaan daun pepaya dan singkong sangat baik untuk melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan usus.[5]

  • Kaya vitamin dan mineral

Campuran daun kelor dan bunga pepaya di dalam rumpu rampe kaya akan vitamin A, C, K, serta zat besi yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh.[5]

  • Menjaga kesehatan jantung

Kandungan antioksidan di dalam daun, bunga, dan buah pada rumpu rampe bekerja menjaga keseimbangan kolesterol, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.[5]

  • Meningkatkan Imunitas

Kandungan vitamin dan mineral dalam racikan sayur Rumpu Rampe ini bagus untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan tidak mudah terserang penyakit.[5]

Daftar Pustaka

  1. ↑ "Rumpu Rampe, Sayur Khas Larantuka yang Terkenal". Cendana News. 2017-12-09. Diakses tanggal 2020-06-06.
  2. 1 2 Deviana, Intan (2021-09-02). "Mengenal Rumpu Rampe, Kuliner Khas Pulau Sumba yang Unik". IDN Times. Diakses tanggal 2026-06-06.
  3. ↑ "Sayur Rumpu – Rampe; "Yang Pahit Tidak Selamanya Pahit" | The Finest Creative Website From East Indonesia" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-06-06.
  4. ↑ "Rumpu Rampe". www.indonesia.travel (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-06.
  5. 1 2 3 4 5 6 Molo, Vincencia Januaria. "Manfaat Rumpu Rampe Makanan Khas NTT dan Cara Membuat". detikbali. Diakses tanggal 2026-06-06.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan