Minggu, 04 Oktober 2026
12:52 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Rumah obat

Rumah obat

Bagikan:
330px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Taman Simpang di Surabaya, dengan di antaranya apotek dan rumah obat "Soerabaia" (1920-1940)

Rumah obat adalah tempat yang menjual obat-obatan tradisional sekaligus menyediakan layanan pengobatan alternatif, terutama yang berasal dari tradisi Tionghoa. Berbeda dengan apotek modern yang menjual obat-obatan berbasis ilmu kedokteran Barat, rumah obat biasanya dikelola oleh sinshe atau tabib tradisional yang meracik ramuan herbal sesuai kebutuhan pasien.

Di rumah obat, pengobatan didasarkan pada prinsip Traditional Chinese Medicine (TCM), seperti keseimbangan Yin dan Yang, serta lima unsur alam. Mereka menggunakan berbagai bahan herbal seperti akar-akaran, kulit kayu, dan rempah-rempah kering yang diracik menjadi ramuan khusus. Selain menjual obat siap pakai, sinshe juga sering memberikan resep racikan yang dibuat khusus sesuai kondisi pasien.[1]

Sejarah

Di Indonesia, rumah obat sudah ada sejak zaman kolonial Hindia Belanda. Pada masa itu, para sinshe memiliki peran penting dalam merawat kesehatan komunitas Tionghoa. Bahkan, beberapa di antaranya bekerja resmi di bawah VOC dan ikut mendirikan rumah sakit khusus bagi masyarakat Tionghoa di Batavia (sekarang Jakarta). Rumah obat menjadi pusat peracikan dan penjualan ramuan tradisional serta tempat konsultasi kesehatan yang dipercaya masyarakat.[2][3]

Rumah Obat di Indonesia Saat Ini

Beberapa kawasan seperti Glodok di Jakarta dan Pasar Lama di Tangerang dikenal sebagai pusat rumah obat tradisional Tionghoa. Toko-toko seperti Ban Seng dan Ban An Tong sudah berdiri sejak lama dan masih melayani pelanggan hingga sekarang. Ada pula rumah obat seperti Tjhong On yang telah mengadopsi metode produksi modern dan sudah terdaftar secara resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).[4][5][6]

Regulasi dan Pengakuan

Meski pengobatan tradisional belum sepenuhnya menggantikan kedokteran modern, rumah obat tetap mendapatkan pengakuan sebagai bagian dari sistem kesehatan komplementer di Indonesia. Beberapa rumah obat telah terdaftar dan diawasi oleh instansi kesehatan, sehingga konsumen bisa lebih tenang saat menggunakan layanan mereka.

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan