Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Rujak kuah pindang" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Maret 2025) |
| Asal | |
|---|---|
| Negara asal | Indonesia |
| Keahlian memasak | masakan Indonesia |
| Rincian | |
| Jenis | rujak |
| Bahan utama | tongkol, daun salam, lengkuas, Serai, cabe merah, gula merah, garam, terasi, asam jawa, mempelam, Bengkuang, pepaya, nanas, Kedondong dan Jambu bol |
Rujak kuah pindang adalah salah satu jenis rujak khas Bali.[1] Rujak ini terdiri dari paduan buah-buahan segar yang hampir mirip dengan rujak manis atau rujak gula. Contoh buah yang digunakan yang mirip dengan rujak gula yakni mangga, bengkuang, pepaya, nanas, kedondong, mentimun, dan belimbing. Buah-buahan ini dikupas lalu dipotong kecil-kecil. Namun, yang membedakannya dengan rujak biasa adalah pelengkapnya, yakni kaldu yang terbuat dari ikan, garam, terasi, dan cabai.[butuh rujukan] Semua bahan pelengkap ini digiling sampai lembut dan menjadi kaldu.
Pembuatan
Pertama-tama cabai, terasi, dan garam diulek atau digiling hingga halus. Setelah halus, kuah pindang dituangkan. Kemudian kuah pindang diaduk agar ulekan bumbu tercampur rata dengan kuah pindang. Buah-buahan yang akan ditambahkan dipotong kecil-kecil. Yang terakhir adalah buah diaduk agar bumbu kuah pindang meresap. Biasanya rujak ini disajikan di mangkuk atau piring.
Terkadang rujak ini juga dibuat dengan mencampur gula pasir (bukan gula aren) sehingga terasa lebih enak karena kaldu ikannya tidak akan terlalu amis. Aneka ini biasa disebut rujak kuah pindang gula.
Lihat pula
Referensi
- ↑ "Sensasi Unik Rujak Kuah Pindang Kuliner Khas Bali, Ajibbb!". Liputan6. 19 September 2023. Diakses tanggal 11 Juni 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |