Senin, 12 Oktober 2026
02:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Rudra Wikrama

Bagikan:
Rudra Wikrama
Raja Sriwijaya ke-6
Berkuasa728 - 784
PendahuluSri Indrawarman
PenerusDharanindra
Nama takhta
Sri Maharaja Rudra Wikrama
WangsaDinasti Warman

Rudra Wikrama (atau mungkin juga Rudrawarman)[1] merupakan Maharaja Sriwijaya yang mengirim dua kali utusan ke Tiongkok, yang pertama pada tahun 728 M dan yang kedua pada 742 Masehi.[2] Namanya tertulis dalam kronik Kitab Dinasti Tang Baru (Xīn Tāngshū) sebagai Liu-t'eng-wei-kung,[1][2] dan gelar kerajaannya adalah Ho-mi-to yang kemungkinan merupakan kata Amerta ("abadi") dari bahasa Sansekerta.[1]

Selama masa pemerintahannya, diperkirakan Sriwijaya meneruskan ekspansinya ke utara sepanjang Selat Malaka dan ke tenggara di sekitar Selat Sunda, untuk memastikan hegemoni perdagangannya.[2] Sriwijaya mengalami puncak kejayaan dibawah Maharaja Balaputradewa yang dalam Prasasti Nalanda menyebut dirinya sebagai Cucu Gubernur Jawa, dan juga keturunan Sri Jayanasa.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Tōyō Bunko, (Japan) (1972). Memoirs of the Research Department (dalam bahasa Inggris). hlm. 5.
  2. 1 2 3 Coedes, George (1968). The Indianized States of South-East Asia (dalam bahasa Inggris). University of Hawaii Press. hlm. 84. ISBN 9780824803681.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan