| Rubus moluccanus | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Rosales |
| Famili: | Rosaceae |
| Genus: | Rubus |
| Spesies: | R. moluccanus |
| Nama binomial | |
| Rubus moluccanus | |
| Sinonim[2] | |
|
Daftar
| |
Dalam bahasa Kanayatn tumbuhan ini dikenal dengan nama daun perengat (Rubus moluccanus),[3] bahasa Banggai nggainggalat[4] dan Bahasa Balaesang sebagai nggalat[5] adalah spesies tumbuhan dari famili rosaceae. Tumbuhan ini sering dijumpai hidup di pegunungan pada ketinggian lebih dari 1.000 mdpl. Tumbuhan ini menghasilkan buah agregat berwarna merah yang dapat dimakan. Tumbuhan ini kadang dijumpai hidup bersama arbei gunung.
Pemerian
Tumbuhan ini adalah tumbuhan semak berduri dengan banyak duri di batangnya dan daunnya berbulu. Bunganya berwarna putih dan buahnya berwarna merah dan mengandung banyak biji.
Referensi
- ↑ "Rubus moluccanus". Australian Plant Name Index (APNI), IBIS database. Centre for Plant Biodiversity Research, Australian Government, Canberra. Diakses tanggal 12 Juli 2009.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Rubus moluccanus L." Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 18 Agustus 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Musmuliadi; Sisillia, Lolyta; Kartikawati, Siti Masitoh (2022). "ETNOBOTANI RITUAL ADAT SUKU DAYAK KANAYATN DESA NYAYUM KECAMATAN KUALA BEHE KABUPATEN LANDAK". Jurnal Lingkungan Hutan Tropis. 1 (2): 357–375.
- ↑ Ibrahim, Abd. Karim (2015). Kamus Bahasa Banggai Disertai Tata Bahasa & Bahasa Ilmiah. Salakan: LPK "Pau Sio". hlm. 251. Diakses tanggal 20 Agustus 2025.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Nunink; Kundera, I Nengah; Budiarsa, I Made; Nurdin, Musdalifah; Febriani, Vita Indri; Masrianih (2026). "Inventory of Medicinal Plants Used by the Community of Rano Village, Balaesang Tanjung District, and Their Potential as Biology Learning Media". Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi. 14 (1): 13–22.