Sabtu, 24 Oktober 2026
00:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Rubus arcticus

Rubus arcticus

Bagikan:
Rubus arcticus
250px-Rubus_arcticus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dari "Bilder ur Nordens Flora" (1917–1926)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Rosales
Famili: Rosaceae
Genus: Rubus
Spesies:
R. arcticus
Nama binomial
Rubus arcticus
L. 1753
Subspecies
  • R. arcticus subsp. arcticus
  • R. arcticus subsp. acaulis
  • R. arcticus subsp. stellatus
Sinonim[2]
  • Cylastis arcticus (L.) Raf. ex B.D.Jacks.
  • Rubus arcticus subsp. humilis (Gladkova) Krassovsk.
  • Rubus arcticus var. humilis Gladkova
  • Rubus arcticus var. pentaphylloides Hult.
  • Manteia acaulis (Michx.) Raf.
  • Rubus acaulis Michx.
  • Manteia stellata (Sm.) Raf.
  • Rubus arcticus var. stellatus (Sm.) B.Boivin
  • Rubus stellatus Sm.

Rubus arcticus adalah spesies kesusur berpertumbuhan lambat dari famili mawar yang hidup di wilayah Arktik dan Pegunungan Alpin di Belahan Bumi Utara. Tanaman ini digunakan untuk menghasilkan lembutung hibrida yang dikenal sebagai nectar raspberries. Selain itu, Rubus arcticus menjadi tanaman simbolik provinsi Norrbotten di Swedia bagian utara.[3]

Taksonomi

Rubus arcticus pertama kali dideskripsikan oleh Carolus Linnaeus dalam Species Plantarum pada tahun 1753, sehingga otoritas ilmiahnya ditulis sebagai Rubus arcticus L. Nama spesies arcticus mencerminkan kaitannya dengan wilayah utara atau iklim dingin, sesuai dengan distribusi alaminya di daerah subarktik dan pegunungan. Dalam penelitian pembiakan di Finlandia, R. arcticus telah dikawinkan dengan R. idaeus (lembutung biasa) untuk menghasilkan hibrida yang dikenal sebagai “nectar raspberry.” Spesies ini juga memiliki beberapa subtaxon yang diakui, termasuk Rubus arcticus subsp. acaulis dan Rubus arcticus subsp. stellatus.[4][5]

Deskripsi

Rubus arcticus biasanya tumbuh di tanah asam yang kaya materi organik. Tanaman ini merupakan herba keras tanpa duri dengan tinggi sekitar 30 cm, berkayu di bagian pangkal tetapi tipis di bagian atas. Bunganya muncul dalam kelompok 1–3, dengan kelopak berwarna merah muda, merah, atau magenta. Buahnya berwarna merah tua hingga ungu tua dan tersusun dari 10 hingga 30 drupelet.[6]

Persebaran

Tanaman ini ditemukan di Alaska, Skandinavia utara dan Finlandia, Rusia, Polandia, Belarusia, Mongolia, Tiongkok timur laut, Korea Utara, Estonia, Lituania, Kanada, serta Amerika Serikat bagian utara hingga selatan Oregon, Colorado, Michigan, dan Maine. Secara historis, spesies ini juga pernah ada di Skotlandia, dengan catatan terakhir pada tahun 1850.[7][8][9]

Kegunaan

Buah Rubus arcticus dianggap sebagai makanan lezat dan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk membuat selai, minuman keras, atau teh beraroma. Carolus Linnaeus menyebut Rubus arcticus yang dikenal sebagai åkerbär dalam bahasa Swedia sebagai kelezatan luar biasa dalam karyanya Flora Lapponica (1737). Buah ini juga digunakan dalam minuman seperti Smirnoff Ice and North, serta Liqueur Mesimarjalikööri dari Lignell & Piispanen. Di wilayah barat laut Amerika Serikat dan barat laut Kanada, buah ini kadang disebut nagoon atau nagoonberry dalam bahasa Inggris, nama yang berasal dari kata bahasa Tlingit, neigóon. [7][8]

Referensi

  1. ↑ Maiz-Tome, L. (2016). "Rubus arcticus". IUCN Red List of Threatened Species. 2016 e.T64323866A67730712. Diakses tanggal 21 April 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Rubus arcticus L.". Royal Botanic Gardens Edinburgh – via The Plant List. Note that this website has been superseded by World Flora Online
  3. ↑ Karp, K.; Starast, M.; Värnik, R. (1997). "The arctic bramble (Rubus arcticus L.) – the most profitable wild berry in Estonia" (PDF). Baltic Forestry. 2: 47–52; in English with summary in Russian.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
  4. ↑ "Rubus arcticus - FNA". floranorthamerica.org. Diakses tanggal 2025-11-26.
  5. ↑ "Rubus arcticus L. | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-26.
  6. ↑ "Rubus arcticus in Flora of China @ efloras.org". www.efloras.org. Diakses tanggal 2025-11-26.
  7. 1 2 Mount, Emily (Agustus 23, 2020). "Nagoonberry: the superstar of Alaska's wild berries". Alaska.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 "Rubus arcticus L. - Åkerbär". Den Virtuella Floran (dalam bahasa Swedish). Naturhistoriska riksmuseet. 1996: description, ecological information, photos.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
  9. ↑ "Rubus arcticus: Nagoon Berry". Central Yukon Species Inventory Project (CYSIP). Friends of Dempster Country; includes photos, description, line drawing, global distribution map.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan