Jumat, 30 Oktober 2026
04:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Royal Phnom Penh Airways

Royal Phnom Penh Airways

perusahaan penerbangan

Bagikan:
Royal Phnom Penh Airways
IATA ICAO Kode panggil
RL PPW -
Didirikan1999
Berhenti beroperasi2004
PenghubungBandar Udara Internasional Phnom Penh
Penghubung sekunderBandar Udara Internasional Angkor
Tujuan6 (pada saat penutupan)
Kantor pusatPhnom Penh, Kamboha
250px-AN-24RV_Royal_Phnom_Penh_Airways_XU-054_REP_April_2000.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Royal Phnom Penh Airways pada April 2000

Royal Phnom Penh Airways adalah maskapai penerbangan yang berbasis di Phnom Penh, Kamboja. Maskapai penerbangan ini mengoperasikan penerbangan domestik dan juga regional ke Thailand dari Bandar Udara Internasional Phnom Penh dan Bandar Udara Internasional Angkor, Siem Reap.[1]

Sejarah

Maskapai penerbangan ini didirikan pada tanggal 24 Oktober 1999 dan memulai layanan penerbangan internasionalnya pada tanggal 28 Desember 2000. Maskapai penerbangan ini sepenuhnya dimiliki oleh Pangeran Norodom Chakrapong.[1] Maskapai penerbangan ini berencana untuk menambah layanan internasionalnya ke Kota Ho Chi Minh, China dan juga ke Singapura,[2] tetapi maskapai penerbangan ini berhenti beroperasi pada tahun 2004.[3]

Layanan

Pada saat ditutup, Royal Phnom Penh Airways mengoperasikan beberapa layanan:[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Flight International 12–18 April 2005
  2. ↑ People's Daily 2 January 2001
  3. ↑ World Airline Directory[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Royal Phnom Penh Airways.


Ikon rintisan

Artikel bertopik maskapai penerbangan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan