Rabu, 28 Oktober 2026
01:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Ronald Kiandee

Ronald Kiandee

politikus Malaysia

Bagikan:
Ini adalah nama Dayak (Kadazandusun), nama keluarganya adalah Kiandee
Ronald Kiandee
250px-Ronald_Kiandee_Senate_of_Poland.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ronald Kiandee di Senat Polandia (2013)
Menteri Pertanian dan Industri Makanan
Masa jabatan
30 Agustus 2021 –24 November 2022
Wakil
PendahuluDirinya sendiri
PenggantiMohamad Sabu
Daerah pemilihanBeluran
Masa jabatan
10 Maret 2020 –16 Agustus 2021
Wakil
PendahuluSalahuddin Ayub (Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agro)
PenggantiDirinya sendiri
Daerah pemilihanBeluran
Wakil Ketua Dewan Rakyat
Masa jabatan
28 April 2008 –10 Mei 2018
Menjabatbersama
Wan Junaidi Tuanku Jaafar (2008-2013), Ismail Mohamed Said (2013-2018)
Ketua DewanPandikar Amin Mulia
PendahuluYusof Yacob
PenggantiMohd Rashid Hasnon
Daerah pemilihanBeluran
Anggota Malaysia Parliament
dapil Beluran
Mulai menjabat
29 November 1999
PendahuluAsmat Nungka
(BN-UMNO)
Mayoritas1.276 (1999)
Walkover (2004)
4.352 (2008)
9.988 (2013)
7.115 (2018)
1.594 (2022)
Informasi pribadi
Lahir10 Januari 1961 (umur 65)
Partai politik
Almamater
PekerjaanPolitikus

Datuk Seri Ronald Kiandee (lahir 10 Januari 1961) adalah seorang politikus asal Malaysia. Ronald Kiandee adalah Wakil Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia dan Ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia di Sabah. Selain itu Ronald Kiandee adalah Anggota Parlemen dari Beluran sejak November 1999.

Karier Politik

Ronald Kiandee mulai bertugas sebagai Anggota Dewan Rakyat sejak terpilih mewakili daerah pemilihan Beluran dalam Pemilihan Umum 1999.[1] Kiandee ditunjuk menjadi Wakil Ketua Dewan Rakyat sejak 28 April 2008 hingga runtuhnya pemerintahan Barisan Nasional pasca pemilihan umum 2018.[2][3]

Kiandee kemudian meninggalkan Partai Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO) untuk menjadi politikus independen dalam Dewan Rakyat pada 12 Desember 2018 sebelum kemudian bergabung kedalam Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU).[4] Setelah Hajiji Noor, mengumumkan keluar dari BERSATU dan membentuk aliansi Gabungan Rakyat Sabah (GRS), Ronald Kiandee ditunjuk untuk memimpin BERSATU di Sabah dan menggantikan Hajiji Noor sebagai ketua Perikatan Nasional Sabah.[5]

Sepanjang karier politiknya, Ronald Kiandee pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Industri Makanan di era pemerintahan Perikatan Nasional pimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin hingga runtuhnya pemerintahan Muhyiddin pada Agustus 2021. Ia kemudian ditunjuk kembali di jabatan yang sama pada era kepemimpinan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob hingga tahun 2022. Sebelum menjadi menteri, Ronald Kiandee adalah Ketua Komite Penghitungan Uang Negara (PAC) Dewan Rakyat Malaysia.

Ronald Kiandee adalah satu-satunya Anggota Dewan Rakyat dari BERSATU Sabah dan merupakan salah satu dari dua orang Anggota Dewan Rakyat asal Perikatan Nasional yang beragama Kristen Protestan bersama Ali Biju

Tanda Jasa dan Penghargaan

  •  Sabah :
    • 60px-MY-SAB_Order_of_Kinabalu_-_PGDK.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Darjah Yang Amat Mulia Kinabalu, Kelas Panglima Gemilang Darjah Kinabalu (PGDK) – Datuk (2004)[6]
  •  Federal Territory (Malaysia) :
    • 60px-MY-FED_Darjah_Mahkota_Wilayah_-_Grand_Commander_-_SMW.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Darjah Yang Mulia Mahkota Wilayah, Kelas Seri Mahkota Wilayah (SMW) – Datuk Seri (2014)[6][7]

Hasil pemilihan

Parlemen Malaysia: Beluran, Sabah[8]
Tahun Barisan Nasional Suara Persen Oposisi Suara Persen
1999 Ronald Kiandee (UMNO) 6,562 54% Dennis Rantau (PBS) 5,286 43%
2004 Ronald Kiandee (UMNO) Tidak ada oposisi
2008 Ronald Kiandee (UMNO) 7,090 57% Ramsah Tasim (IND) 2,738 22% [9]

Referensi

  1. ↑ "Kiandee, Junaidi in line for Deputy Speaker post". Daily Express (Malaysia). 10 April 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 21 Juni 2011. Diakses tanggal 2 April 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Yiswaree Palansamy (7 Agustus 2018). "Former deputy speaker Kiandee appointed PAC chief". Malay Mail. Diakses tanggal 12 April 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Ahmad Naqib Idris (April 12, 2019). "Noraini Ahmad takes over from Ronald Kiandee as PAC chair". The Edge Market. Diakses tanggal April 12, 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Muguntan Vanar, Stephanie Lee and Natasha Joibi (12 Desember 2018). "Sabah Umno exodus sees nine of 10 Aduns, five of six MPs leave". The Star. Diakses tanggal 15 Desember 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Bernama (10 Desember 2022). "Bersatu won't close shop in Sabah, says Ronald Kiandee". Free Malaysia Today. Diakses tanggal 29 Desember 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 "SEMAKAN PENERIMA DARJAH KEBESARAN, BINTANG DAN PINGAT". Prime Minister's Department (Malaysia). Diakses tanggal 25 Oktober 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Some 320 individuals awarded in conjunction with Federal Territories Day". L. Suganya. The Star. 1 Februari 2014. Diakses tanggal 25 November 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Keputusan Pilihan Raya Umum Parlimen/Dewan Undangan Negeri". Election Commission of Malaysia. Diakses tanggal 2 April 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Percentage figures based on total turnout.
  9. ↑ Tiga kandidat lainnya mendapatkan 2,017 suara (19%).
Barisan Nasional
Pakatan Rakyat
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan