Selasa, 27 Oktober 2026
11:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Rolf Hochhuth

Rolf Hochhuth

Bagikan:
250px-Rolf_Hochhuth_2009.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rolf Hochhuth, 2009

Rolf Hochhuth (lahir 1 April 1931) adalah seorang penulis dan pembuat sandiwara asal Jerman. Ia dikenal karena membuat drama tahun 1963 The Deputy, yang mengisahkan penghirauan Paus Pius XII terhadap penindasan Yahudi oleh Hitler,[1] dan ia masih menjadi figur kontroversial karena sandiwara-sandiwara buatsannya dan komentar-komentar publik lainnya dan atas pembelaannya pada tahun 2015 terhadap penyangkal Holokaus David Irving.

Referensi

Daftar pustaka

  • Emanuela Barasch-Rubinstein: The devil, the saints, and the church: reading Hochhuth's The deputy. New York: P. Lang, 2004.
  • Eric Bentley, editor: The Storm Over The Deputy: Essays and Articles about Hochhuth's Explosive Drama. New York: Grove Press, 1964.
  • Christopher Bigsby: Remembering and Imagining the Holocaust: The Chain of Memory. Cambridge: Cambridge University Press, 2006. Chapter 3.
  • Lucinda Jane Rennison: Rolf Hochhuth's interpretation of history, and its effect on the content, form and reception of his dramatic work. Durham: University of Durham, 1991.
  • Kathleen Tynan: The file on 'Soldiers': historical notes on Rolf Hochhuth's play. London: Battley Bros., [1968].
  • Margaret E. Ward: Rolf Hochhuth. Boston: Twayne Publishers, 1977.

Pranala luar

Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Rolf Hochhuth.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rolf Hochhuth.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan