Jumat, 02 Oktober 2026
21:48 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Rodong-1

rudal balistik Korea Utara

Bagikan:
Nodong / Rodong (Hwasong-7)
60px-Rodong-1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis Rudal balistik jarak menengah (MRBM)
Negara asal Korea Utara
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1994–sekarang
Digunakan oleh Korea Utara, Iran (sebagai Shahab-3), Pakistan (sebagai Ghauri)
Sejarah produksi
Tahun Akhir 1980-an
Produsen Korea Utara (dengan bantuan Tiongkok dan Rusia)
Varian Nodong-A (Hwasong-7), Shahab-3 (Iran), Ghauri (Pakistan)
Spesifikasi
Hulu ledak Konvensional atau nuklir
Hulu ledak 700–1.200 kg
Jenis Mesin Roket cair satu tahap
Daya jelajah 900–1.300 km
Sistem
pemandu
Sistem navigasi inersia
Akurasi CEP 2.000 m
Alat
peluncur
Peluncur jalan raya (TEL)

Nodong (juga dieja Rodong; nama resmi Korea Utara: Hwasong-7) adalah rudal balistik jarak menengah (MRBM) yang dikembangkan oleh Korea Utara. Rudal ini merupakan salah satu sistem senjata utama Korea Utara yang mampu menjangkau seluruh Korea Selatan dan sebagian besar Jepang.

Sejarah pengembangan

Nodong dikembangkan pada akhir tahun 1980-an sebagai bagian dari transfer teknologi dari Uni Soviet. Rudal ini merupakan versi pengembangan dari rudal Scud-C Soviet. Pengembangan Nodong tidak sepenuhnya merupakan upaya independen Korea Utara, melainkan melibatkan kerja sama dengan Tiongkok dan Rusia.[1]

Rudal ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994. Derivatif dari Nodong digunakan sebagai tahap pertama dari rudal jarak jauh Taepodong-1 ketika diluncurkan pada tahun 1998. Meskipun roket tersebut gagal mencapai orbit, Nodong berhasil berfungsi sebagai tahap pertamanya.[1]

Uji coba Nodong juga dilakukan setidaknya dua kali pada tahun 2016.

Desain

Nodong adalah rudal berbahan bakar cair dengan satu tahap. Rudal ini memiliki jangkauan maksimum 1.250 km (776 mil) dan dapat membawa hulu ledak seberat 1.200 kg. Rudal ini kemungkinan mampu membawa hulu ledak nuklir.[1]

Sebagai sistem yang dapat dipindahkan melalui jalan raya (road-mobile), rudal ini dapat diluncurkan dari berbagai lokasi dan mudah disembunyikan, sehingga lebih tahan terhadap serangan pre-emptif.[1]

Varian dan proliferasi

Karena isolasi internasionalnya, Korea Utara menggunakan ekspor sistem rudal sebagai sumber pendapatan negara. Libya, Suriah, Pakistan, dan Iran telah menjadi penerima sistem rudal dari Korea Utara.[1]

  • Shahab-3: Iran menerima sekitar 150 rudal Nodong dari Korea Utara pada akhir 1990-an sebagai bagian dari perjanjian transfer teknologi. Iran kemudian mengganti namanya menjadi Shahab-3 dan mengembangkan kemampuan untuk memproduksinya secara mandiri. Shahab-3 memiliki kemiripan struktural dan komponen mekanis yang tinggi dengan Nodong.[1]
  • Ghauri: Pakistan juga menerima teknologi Nodong dan mengganti namanya menjadi Ghauri. Kesamaan dimensi dan komponen mekanis antara Ghauri dan Nodong juga menjadi bukti transfer teknologi ini.[1]

Implikasi strategis

Meskipun Korea Utara belum pernah menggunakan Nodong dalam konflik, rudal ini tetap menjadi ancaman signifikan bagi kawasan Asia Timur karena perilaku Korea Utara yang tidak dapat diprediksi. Dengan jangkauan 1.250 km, Nodong membahayakan Jepang, Korea Selatan, Tiongkok timur laut, dan sebagian Rusia. Instalasi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut juga berada dalam jangkauan serangan rudal ini.[1]

Pada Maret 2014, Korea Utara menguji tembak dua rudal Nodong ke Laut Jepang.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "NoDong". Missile Defense Advocacy. 3 Maret 2023.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Operator

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik peluru kendali ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan