Kamis, 24 September 2026
19:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Siswanto (pembunuh berantai)

Siswanto
Lahir
Siswanto

1963
Meninggal26 Maret 2007(2007-03-26) (umur 43–44)
Nama lainRobot Gedek
Dikenal karenaPembunuhan dan pelecehan seksual terhadap 12 anak laki-laki
Dakwaan pidana
Pembunuhan, mutilasi, dan pelecehan seksual terhadap anak-anak
Hukuman pidana
Hukuman mati

Siswanto (1963 – 26 Maret 2007), juga dikenal sebagai Robot Gedek, adalah seorang pembunuh berantai Indonesia yang telah membunuh dan memutilasi dua belas anak laki-laki.

Biografi

Siswanto lahir pada tahun 1963 di desa Beji, kecamatan Tulis, kabupaten Batang, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Dia adalah seorang tunawisma selama melakukan kejahatannya. Siswanto melakukan pelecehan seksual dan membunuh 12 anak laki-laki, berusia 9 hingga 15 tahun, dari Desember 1994 hingga mayat terakhir yang ditemukan pada 5 Juli 1996. Polisi melaporkan bahwa dia menggorok perut semua korbannya, dan sebagian besar ditemukan dalam keadaan telanjang. Dia juga mengatakan kepada polisi bahwa dia gemar meminum darah korbannya dan menyimpan potongan kulit mereka.[1] Pada tanggal 6 Agustus 1996, Siswanto mengakui 8 pembunuhannya di Jakarta, dan 2 kasus di Pekalongan, Jawa Tengah.[1]

Siswanto dijatuhi hukuman mati atas 12 pembunuhan pada tanggal 21 Mei 1997. Pembunuh berantai Baekuni diduga menjadi saksi kunci dalam persidangan Siswanto.[2] Siswanto meninggal dunia di penjara akibat serangan jantung pada tanggal 26 Maret 2007 di penjara Nusa Kambangan di Pulau Nusakambangan. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Sartono mengatakan, "kejahatan Siswanto telah menggemparkan masyarakat karena ia secara sadis membunuh anak-anak di bawah umur. Apa yang dilakukannya tidak akan pernah bisa dimaafkan." [1]

Referensi

  1. 1 2 3 Antonio Mendoza. "SERIAL KILLER HIT LIST - PART 2". mayhem.net. Diakses tanggal 13 Maret 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Lawyer Insists Confessed Serial Killer Testified at Murder Trial of 'Robot' Gedek". Jakarta Globe. Februari 9, 2010. Diakses tanggal 13 Maret 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan