Jumat, 30 Oktober 2026
07:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Robert Maynard Hutchins

Robert Maynard Hutchins

Bagikan:
Infobox orangRobert Maynard Hutchins
250px-Rob%27t._M._Hutchins_LCCN2014715467.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
(1921) Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran17 Januari 1899 Suntingan nilai di Wikidata
Brooklyn Suntingan nilai di Wikidata
Kematian15 Mei 1977 Suntingan nilai di Wikidata (78 tahun)
Santa Barbara Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanSanta Barbara Cemetery (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Dekan Fakultas Hukum Universitas Yale
1927 – Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversitas Yale
Oberlin Academy (en) Terjemahkan
Oberlin College (en) Terjemahkan
Oberlin High School (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpedagogue (en) Terjemahkan,dosen Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diUniversitas Chicago
Fakultas Hukum Universitas Yale Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahMaude Hutchins Suntingan nilai di Wikidata
Orang tuaWilliam James Hutchins Suntingan nilai di Wikidata, Anna Laura Murch Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan
Find a Grave: 530 Modifica els identificadors a Wikidata

Robert Maynard Hutchins adalah seorang pakar pendidikan abad ke-20 Masehi. Ia dikenal sebagai pendukung filsafat perenial dan perintis perenialisme pendidikan.

Pekerjaan

Robert Maynard Hutchins menjabat sebagai rektor di Universitas Chicago untuk periode 1929-1945.[1]

Pemikiran

Intelektualisme pendidikan dan kurikulum perenialisme

Robert Maynard Hutchins merupakan salah satu tokoh pemikir intelektualisme pendidikan.[2] Ia termasuk pemikir yang mendukung filsafat perenial.[3] Teori-teori pendidikan yang dikemukakan oleh Hutchins mendukung konservatisme yang bersifat sekuler.[2] Ia menolak pandangan agama Katolik klasik mengenai pendidikan yang dikemukakan oleh Thomas Aquinas.[4] Hutchins menjadi pendukung pemikiran bahwa pendidikan bersifat indvidual.[5]

Hutchins menjadi salah satu tokoh pengembang aliran pemikiran pendidikan yang disebut perenialisme pendidikan. Aliran pemikiran ini dikembangkan pada abad ke-20 M.[6] Dalam perenialisme pendidikan, perhatian utama kurikulum ialah pada pengembangan pengetahuan sains dan seni bagi siswa. Kedua bidang ini diyakini dalam perenilaisme pendidikan sebagai karya terbaik manusia. Pencapaian utama yang diharapkan dalam perenialisme pendidikan adalah terbentuknya pelajar kultural yang menguasai sains dan seni.[7]

Pada tahun 1963, Hutchins mengembang sebuah kurikulum perenialisme dengan program bernama Great Books.[8] Pemberlakuan program untuk mahasiswa pada program Strata 1. Ia menyusunnya melalui penelitian terhadap buku-buku klasik dan buku-buku yang memiliki sejarah yang penting. Metode penelitiannya ialah seminar dalam skala kelompok kecil.[7]

Kurikulum perenialisme yang dihasilkan didasari oleh tiga asumsi Hutchins mengenai pendidikan. Pertama, pencarian kebenaran secara terus-menerus merupakan kegiatan utama dalam pendidikan. Asumsi ini dilandasi oleh asumsi bahwa kebenaran tidak terikat oleh waktu dan tempat serta sifatnya selalu universal. Asumsi kedua ialah sifat dari kerja pikiran adalah intelektual dan memusatkan perhatian terhadap gagasan-gagasan. Sehingga pendidikan pun perlu memusatkan perhatian terhadap gagasan. Pendidikan kemudian difungsikan sebagai pengolahan rasionalitas manusia. Asumsi ketiga ialah bahwa pendidikan harus memberi rangsangan kepada mahasiswa untuk berpikir secara mendalam terhadap gagasan-gagasan yang saling berkaitan. Pemikiran yang benar dan kritis menjadi persyaratan yang harus dimiliki oleh guru dan siswa.[7]

Referensi

  1. ↑ Soetomo, Greg (2017). Bahasa dan Kekuasaan dalam Sejarah Islam (PDF). Jakarta: Penerbit Obor. hlm. 165. ISBN 978-979-565-802-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 O'Neil, William F. (2008). Ideologi-Ideologi Pendidikan [Educational Ideologies: Contemporary Expressions of Educational Philosophies]. Diterjemahkan oleh Naomi, Omi Intan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. hlm. 106. ISBN 979-9483-34-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Tambunan, Witarsa (2020). Limbong, Mesta (ed.). 65 Tahun Hidup dalam Kebhinekaan: Pandangan Kritis dari Sisi Pendidikan Politik (PDF). Batu: Literasi Nusantara. hlm. 49. ISBN 978-623-6508-90-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Yusuf, F. A., Maliki, B. I., dan Widaningsih, S. (2023). Filsafat pendidikan (PDF). Depok: Rajawali Pers. hlm. 162. ISBN 978-623-372-947-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Hasanah, Mila (2022). Arafat, Yasir (ed.). Problem Esensial Filsafat Pendidikan (PDF). Banjarmasin: Uvaya Press. hlm. 110. ISBN 978-623-99183-8-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Kristiawan, Muhammad (2016). Hendri, L., dan Juharmen (ed.). Filsafat Pendidikan: Thee Choice Is Yours (PDF). Sleman: Penerbit Valia Pustaka Jogjakarta. hlm. 17. ISBN 978-602-71540-8-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. 1 2 3 Juanda, Anda (2014). Arifin, Zaenal (ed.). Landasan Kurikulum dan Pembelajaran: Berorientasi Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 (PDF). Cirebon: CV. Confident. hlm. 56. ISBN 978-602-0834-28-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Abdurrahmansyah (2021). Kajian Teoritik dan Implementatif Pengembangan Kurikulum (PDF). Depok: Rajawali Pers. hlm. 31. ISBN 978-623-372-060-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan