Sabtu, 31 Oktober 2026
03:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Richard Lewontin

Richard Lewontin

ahli biologi asal Amerika Serikat

Bagikan:
Richard Lewontin
250px-Dr._Richard_Charles_Lewontin_and_Michele_Zimmerman_1998.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Richard Charles Lewontin

(1929-03-29)29 Maret 1929
Kota New York, A.S.
Meninggal4 Juli 2021(2021-07-04) (umur 92)
PendidikanUniversitas Harvard (BS)
Universitas Columbia (MS, PhD)
Dikenal karenaBiologi evolusioner
Genetika populasi
"The Apportionment of Human Diversity"
Not in Our Genes
The Dialectical Biologist
Spandrel
Karier ilmiah
BidangGenetika
Biologi evolusioner
Genetika populasi
Tempat kerjaUniversitas Harvard
Universitas Negeri Carolina Utara
Universitas Rochester
Universitas Chicago
Universitas Columbia
DisertasiThe Effects of Population Density and Composition on Viability in Drosophila melanogaster (1955)
Theodosius Dobzhansky[1]
Mahasiswa doktoral
Adriana Briscoe
Jerry Coyne
Joseph Felsenstein
Martin Kreitman[2]
Russell Lande
Belinda Chang

Richard Charles "Dick" Lewontin (29 Maret 1929 – 4 Juli 2021) adalah seorang pakar biologi evolusi, matematikawan, pakar genetik dan komentator sosial asal Amerika Serikat. Sebagai tokoh utama dalam pengembangan dasar matematika dari genetik populasi dan teori evolusi, ia mempionirkan penerapan teknik dari biologi molekuler, seperti gel electrophoresis, untuk mempertanyakan variasi genetik dan evolusi.

Referensi

  1. ↑ Richard Lewontin di Mathematics Genealogy Project
  2. ↑ Kreitman, Martin Edward (1983). Nucleotide Sequence Variation of Alcohol dehydrogenase in Drosophila melanogaster (PhD tesis). Harvard University. ProQuest 303271509.

Daftar pustaka

Bacaan tambahan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan