Sabtu, 03 Oktober 2026
18:01 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Riasium

Riasium

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
330px-2050ma.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bumi pada akhir periode Riasium

Riasium adalah periode geologi kedua pada era Paleoproterozoikum yang berlangsung dari 2300 - 2050 juta tahun yang lalu.[1] Waktu tersebut bukan berdasarkan stratigrafi, melainkan didefinisikan secara kronometrik.

Kompleks Batuan Beku Bushveld dan beberapa intrusi lainnya, terbentuk pada periode ini.[2]

Peristiwa

Glasiasi Huron terjadi pada saat yang bersamaan dengan dimulainya periode ini, dan berlangsung selama 100 juta tahun, atau empat perlima periode.[3]

Pada saat ini, para ilmuwan meyakini bahwa eukariota pertama muncul, dengan bukti tertuanya yaitu Biota Francevillian. Mereka diperkirakan berasal dari hasil simbiosis antara asgardarchaea dan alphaproteobakteri.[4][5][6]

Periode Alternatif

Pada 2012, Gradestein et al., mengusulkan adanya periode alternatif dari Riasium, yang diukur bedasaran stratigrafi. Periode ini, yang bernama Jatulium/Eukrayum, dimulai pada 2250 juta tahun lalu, hingga 2060 juta tahun lalu. Hingga sekarang, IUGS masih belum menggunakan pembagian waktu ini secara resmi. Namun, nama Jatulium digunakan sebagai nama pembagian stratigrafi regional, untuk batuan paleoproterozoikum di Fennoskandia.[7]

Referensi

  1. ↑ "Rhyacian Period". GeoWhen Database. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 19, 2006. Diakses tanggal Januari 5, 2006.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ James G. Ogg (2004). "Status on Divisions of the International Geologic Time Scale". Lethaia. 37 (2): 183–199. doi:10.1080/00241160410006492.
  3. ↑ Kopp; Kirschvink, JL; Hilburn, IA; Nash, CZ; et al. (Agustus 2005). "The Paleoproterozoic Snowball: A climate disaster triggered by the evolution of oxygenic photosynthesis" (PDF). PNAS. 102 (32): 11131–6. Bibcode:2005PNAS..10211131K. doi:10.1073/pnas.0504878102. PMC 1183582. PMID 16061801.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Strassert, Jürgen F. H.; Irisarri, Iker; Williams, Tom A.; Burki, Fabien (2021). "A molecular timescale for eukaryote evolution with implications for the origin of red algal-derived plastids". Nature. doi:10.1038/s41467-021-22044-z. PMC 7994803.
  5. ↑ Mänd, Kaarel; Lalonde, Stefan V.; Robbins, Leslie J.; Thoby, Marie; Paiste, Kärt; Kreitsmann, Timmu; Paiste, Päärn; Reinhard, Christopher T.; Romashkin, Alexandr E.; Planavsky, Noah J.; Kirsimäe, Kalle; Lepland, Aivo; Konhauser, Kurt O. (April 2020). "Palaeoproterozoic oxygenated oceans following the Lomagundi–Jatuli Event". Nature Geoscience. 13 (4): 302–306. Bibcode:2020NatGe..13..302M. doi:10.1038/s41561-020-0558-5. hdl:10037/19269. S2CID 212732729.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Van Kranendonk, Martin J. (2012). "16: A Chronostratigraphic Division of the Precambrian: Possibilities and Challenges". Dalam Felix M. Gradstein; James G. Ogg; Mark D. Schmitz; abi M. Ogg (ed.). The geologic time scale 2012 (Edisi 1st). Amsterdam: Elsevier. hlm. 359–365. doi:10.1016/B978-0-444-59425-9.00016-0. ISBN 978-0-44-459425-9.
  7. ↑ Bingen, B.; Solli, A.; Viola, G.; Torgersen, E.; Sandstad, J.S.; Whitehouse, M.J.; Røhr, T.S.; Ganerød, M.; Nasuti, A. (2015). "Geochronology of the Palaeoproterozoic Kautokeino Greenstone Belt, Finnmark, Norway: Tectonic implications in a Fennoscandia context" (PDF). Norwegian Journal of Geology. 95: 365–396. doi:10.17850/njg95-3-09.
Didahului oleh Eon Arkean 2.5 Gya - Eon Proterozoikum - 542 Gya Diikuti oleh Eon Fanerozoikum
2.5 Gya - Era Paleoproterozoikum -1.6 Gya 1.6 Gya - Era Mesoproterozoikum -1.0 Gya 1.0 Gya - Era Neoproterozoikum -542 Mya
Siderium Riasium Orosirium Staterium Kalimium Ektasium Stenium Tonium Kriogenium Ediakarium
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan